Sambut Ramadhan: Penyuluhan kepada Wali Murid KB An Nur Cikembulan
Banyumas – Penyuluh Agama Islam KUA Pekuncen, Fadlilatun Ni’mah, mengisi kegiatan bimbingan dan penyuluhan bagi wali murid KB An Nur Cikembulan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan antusiasme dari para orang tua yang hadir. Jumat (13/02)
Dalam penyampaiannya, Fadlilatun Ni’mah mengajak para wali murid untuk memahami keutamaan bulan puasa sebagai momentum pendidikan spiritual dalam keluarga. Ia menjelaskan bahwa bulan Ramadhan terbagi menjadi tiga fase utama yang penuh kemuliaan.
Sepuluh hari pertama merupakan fase rahmat, yaitu curahan kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya. Pada fase ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal kebaikan sebagai wujud syukur atas nikmat yang diberikan.
Sepuluh hari kedua adalah fase maghfiroh atau ampunan. Di waktu inilah umat Islam memiliki kesempatan besar untuk memohon pengampunan atas segala dosa dan kekhilafan. Fadlilatun Ni’mah mengingatkan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam menanamkan nilai taubat dan introspeksi diri kepada anak-anak sejak dini.
Adapun sepuluh hari terakhir merupakan fase pembebasan dari api neraka. Pada fase ini, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan ibadah, memperbanyak doa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan penuh kesungguhan.
Selain membahas keutamaan Ramadhan, materi penyuluhan juga menekankan pentingnya pembelajaran puasa kepada anak secara bertahap. Menurut Fadlilatun Ni’mah, pendidikan puasa tidak boleh dilakukan dengan paksaan, melainkan dengan pendekatan yang lembut dan menyenangkan. Anak-anak dapat dilatih mulai dari setengah hari, kemudian ditingkatkan secara perlahan sesuai dengan kemampuan mereka.
Ia juga menegaskan bahwa puasa harus diperkenalkan sebagai ibadah yang membahagiakan, bukan sesuatu yang menakutkan. Orang tua diharapkan mampu menciptakan suasana Ramadhan yang ceria di rumah, seperti dengan memberikan apresiasi kepada anak, menyiapkan menu berbuka favorit, serta melibatkan mereka dalam kegiatan ibadah keluarga.
Para wali murid menyambut baik materi yang disampaikan karena dinilai sangat relevan dalam mendidik anak usia dini. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan keluarga dalam membentuk karakter religius anak sejak usia dini.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan para orang tua semakin siap menyambut Ramadhan dengan penuh kesadaran, serta mampu menjadikan bulan suci sebagai sarana pendidikan iman dan akhlak bagi putra-putri mereka.
