HUT RI #81

Sambut Ramadhan, PenyuluhBekali Jamaah MT Nurunnisa Strategi Persiapan Rohani

K
KUA Purwokerto Timur
13 Feb 2026
48x dibaca
SHARE

Purwokerto – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Majelis Taklim Nurunnisa Kranji, Purwokerto, menggelar kajian khusus guna membekali jamaah dengan kesiapan spiritual. Hadir sebagai narasumber, Yayuk Septimawati, Penyuluh Agama Islam KUA Purwokerto Timur, yang memaparkan langkah-langkah strategis bagi umat Muslim dalam menyambut bulan penuh ampunan tersebut. Jumat, (13/02)

Dalam tausiyahnya, Yayuk menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar, melainkan momentum transformasi diri yang memerlukan persiapan matang sejak dini.

Yayuk Septimawati menguraikan empat langkah utama yang harus dilakukan oleh setiap mukmin agar ibadah di bulan Ramadhan nanti membuahkan hasil maksimal:

1. Memantapkan Niat yang Benar Niat adalah kunci utama sekaligus syarat diterimanya ibadah. Mengutip hadis riwayat at-Thabrani, Yayuk menjelaskan bahwa niat seorang mukmin lebih utama daripada amalnya.

"Niat yang tulus akan diberi pahala sekalipun ibadah tersebut belum dilakukan. Selain itu, niat menjaga kita dari sifat riya karena ia berada di dalam hati yang paling dalam," jelas Yayuk merujuk pada pandangan Imam al-Baihaqi.

2. Memperbanyak Doa Langkah kedua adalah memohon pertolongan Allah SWT melalui doa agar diberikan kesempatan bertemu dengan Ramadhan dalam kondisi sehat dan mendapatkan taufik untuk menjalankan ibadah dengan murni. Hal ini sejalan dengan perintah Allah dalam QS. Ghafir ayat 60 untuk senantiasa berdoa kepada-Nya.

3. Latihan Melalui Puasa Sunnah Sya’ban Yayuk menganjurkan jamaah untuk memanfaatkan bulan Sya’ban sebagai wadah latihan. Dengan terbiasa berpuasa sunnah, tubuh dan mental tidak akan merasa kaget atau berat saat menjalani puasa wajib sebulan penuh. Ia mengingatkan sabda Rasulullah bahwa Sya’ban adalah bulan diangkatnya amalan kepada Allah, sehingga sangat baik jika diisi dengan berpuasa.

4. Bertobat dan Membersihkan Diri Persiapan terpenting adalah memasuki Ramadhan dengan hati yang suci melalui tobat yang sungguh-sungguh (nasuha). Yayuk mengingatkan pentingnya menyelesaikan urusan antarmanusia (haqqul adami).

"Dosa kepada sesama manusia lebih rumit dan berat. Sebagaimana pesan Imam al-Ghazali, jika ada sangkut paut harta, kehormatan, atau jiwa, segeralah minta maaf dan kembalikan hak-hak tersebut agar saat Ramadhan tiba, diri kita benar-benar bersih," tegasnya.

Kajian yang berlangsung di Masjid/Gedung Majelis Taklim Nurunnisa ini diikuti dengan khidmat oleh puluhan ibu-ibu jamaah. Mereka nampak antusias mencatat poin-poin penting, terutama terkait teknis tobat dan penyelesaian hak sesama manusia sebelum memasuki bulan suci.

Melalui kajian ini, diharapkan jamaah Majelis Taklim Nurunnisa Kranji dapat menjalani Ramadhan tahun ini dengan kualitas iman yang lebih baik dan ketaatan yang lebih sempurna. (jw)