Sejukkan Hati Jemaah, Penyuluh KUA Gumelar Gaungkan Pesan Kerukunan di MT Attaqwa Telaga
Oleh HUMAS
Gumelar – Di tengah dinamika kehidupan sosial bermasyarakat, pesan tentang pentingnya merajut persaudaraan dan toleransi kembali menggema. Kali ini, kesejukan pesan tersebut hadir di tengah-tengah jemaah Majelis Taklim (MT) Attaqwa, Desa Telaga. Rabu (01/07)
Warto Amirudin, Penyuluh Agama dari Kantor Urusan Agama (KUA) Gumelar, yang membawakan tausiyah inspiratif bertajuk "Kerukunan Umat Beragama". Kehadiran beliau disambut antusias oleh puluhan jemaah yang hadir untuk memperdalam ilmu agama sekaligus mempererat tali silaturahmi.
?Dalam tausiyahnya, Warto menekankan bahwa perbedaan keyakinan dan latar belakang di tengah masyarakat bukanlah sebuah celah untuk berpecah belah, melainkan sebuah sunnatullah (ketetapan Tuhan) yang harus disyukuri dan dikelola dengan sikap saling menghormati.
?"Kerukunan bukanlah sekadar bersikap pasif atau sekadar tidak saling mengganggu. Lebih dari itu, kerukunan adalah wujud kepedulian, gotong royong, dan rasa saling menghargai antarsesama. Menjaga hubungan baik dengan sesama manusia (Hablum Minannas) adalah bagian tak terpisahkan dari keimanan kita," tutur Warto di hadapan para jemaah.
?Penyampaian Warto yang hangat, komunikatif, dan diselingi dengan contoh-contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari membuat materi yang berat terasa ringan dan mudah dipahami. Ia mengajak jemaah MT Attaqwa untuk menjadi pelopor perdamaian, mulai dari lingkup terkecil yakni keluarga, hingga meluas ke lingkungan tetangga dan desa.
?Beberapa poin penting yang menjadi sorotan dalam tausiyah tersebut antara lain:
- ?Mengedepankan Tabayyun: Pentingnya menyaring informasi dan tidak mudah terpancing hoaks atau isu provokatif yang dapat merusak kerukunan.
- ?Toleransi dalam Keseharian: Mengamalkan sikap saling membantu dalam urusan sosial kemasyarakatan tanpa memandang latar belakang agama.
- ?Agama sebagai Sumber Kedamaian: Mengembalikan fungsi agama sebagai panduan moral yang membawa rahmatan lil 'alamin (kasih sayang bagi semesta alam).
?Kegiatan di MT Attaqwa Telaga ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai forum pengajian rutin, tetapi mampu menjadi pendorong lahirnya masyarakat Gumelar yang semakin harmonis, rukun, dan damai. Pesan dari KUA Gumelar ini menjadi pengingat manis bahwa di bawah keberagaman, kita semua dipersatukan oleh rasa kemanusiaan dan persaudaraan.
