Sentuhan Spiritual di Balik Jeruji: Konsistensi KUA Bina Warga Rutan
Banyumas – Bertempat di dalam lingkungan Rumah Tahanan (Rutan), suasana khidmat menyelimuti kegiatan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) agama Islam yang rutin dilaksanakan. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Penyuluh Agama Islam fungsional dari KUA Sumpiuh, Al Iproh. Selasa (03/03)
Program bimbingan rutin ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan upaya nyata untuk memberikan bekal spiritual dan mental bagi para warga binaan. Dalam setiap sesinya, Al Iproh menekankan pentingnya refleksi diri dan menjaga harapan melalui pendekatan keagamaan yang sejuk.
Fokus utama dari penyuluhan ini meliputi:
-
Perbaikan Akhlak: Mengajak warga binaan untuk mengevaluasi diri dan berkomitmen menjadi pribadi yang lebih baik.
-
Pendalaman Ibadah: Praktik bersuci (taharah), tata cara shalat yang benar, hingga pembacaan Al-Qur'an.
-
Dukungan Psikospiritual: Memberikan penguatan mental agar warga binaan tetap optimis dalam menjalani masa pembinaan.
"Agama adalah kompas. Meski raga terbatas di dalam rutan, hati dan pikiran harus tetap merdeka untuk menuju jalan kebaikan," ujar Al Iproh di sela-sela kegiatannya.
Kehadiran penyuluh dari KUA Sumpiuh ini mendapat sambutan hangat. Pihak Rutan menyatakan bahwa kegiatan Bimluh secara rutin terbukti mampu menurunkan tingkat stres warga binaan dan menciptakan suasana lingkungan rutan yang lebih kondusif dan religius.
Dengan adanya sinergi antara KUA Sumpiuh dan pihak Rutan, diharapkan para warga binaan memiliki bekal agama yang kuat saat nanti kembali ke tengah masyarakat, sehingga mereka tidak lagi terjerumus pada kesalahan yang sama.
