Siaran Agama RRI Purwokerto : Kendalikan Marah, Menaklukkan Diri Sendiri
Purwokerto – Mengendalikan amarah merupakan salah satu bentuk kemuliaan akhlak sekaligus cerminan kekuatan iman. Pesan tersebut disampaikan Muhammad Taubah, Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang, dalam siaran Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) Agama di Radio Republik Indonesia (RRI) Purwokerto dengan materi “Keutamaan Orang yang Mengendalikan Marah.” Siaran ini mengajak masyarakat memahami pentingnya mengelola emosi dalam membangun kehidupan yang damai dan harmonis. Selasa (03/11)
Dalam uraiannya, Muhammad Taubah menjelaskan bahwa orang yang kuat bukanlah mereka yang mampu mengalahkan orang lain, melainkan mereka yang sanggup mengendalikan dirinya ketika amarah menguasai hati. Ia mengingatkan bahwa kemarahan yang tidak terkendali dapat melukai perasaan, merusak hubungan persaudaraan, bahkan meninggalkan penyesalan berkepanjangan.
Ia juga mengajak pendengar meneladani tuntunan Rasulullah SAW dalam meredam amarah, antara lain dengan membaca taawuz, diam, mengubah posisi tubuh, serta membiasakan diri memaafkan. Menurutnya, mengendalikan amarah bukan berarti memendam perasaan, melainkan mengelola emosi dengan kebijaksanaan agar setiap perkataan dan tindakan tetap berada dalam tuntunan agama.
Melalui siaran tersebut, diharapkan masyarakat semakin mampu membangun pribadi yang sabar, lapang dada, dan bijaksana dalam menghadapi persoalan kehidupan. Sebab, satu amarah dapat menghancurkan hubungan yang dibangun bertahun-tahun, sementara satu kesabaran mampu menyelamatkan banyak hati. Kemuliaan bukan terletak pada seberapa keras seseorang meluapkan kemarahan, melainkan seberapa besar kemampuannya menaklukkan diri sendiri.
