Penyuluh KUA Jatilawang Ajak Pasien Rawat Inap Puskesmas Tetap Optimis dan Semangat untuk Sembuh
Jatilawang - Memberikan dukungan moral dan penguatan spiritual kepada masyarakat yang sedang sakit merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam. Hal tersebut diwujudkan oleh Dwi Astuti, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jatilawang, dengan mengunjungi pasien rawat inap di Puskesmas Jatilawang. Selasa (03/11)
Dalam kegiatan tersebut, Dwi Astuti mengajak para pasien untuk senantiasa menjaga optimisme, memperkuat kesabaran, serta tidak kehilangan semangat dalam menjalani proses pengobatan. Ia memberikan motivasi dan penguatan rohani agar para pasien tetap memiliki harapan untuk sembuh meskipun sedang menghadapi ujian berupa sakit.
Dwi Astuti menyampaikan bahwa sakit merupakan salah satu ujian kehidupan yang dapat dialami oleh siapa saja. Oleh karena itu, setiap orang hendaknya tetap bersabar, berikhtiar, dan senantiasa berdoa kepada Allah SWT.
"Jangan pernah kehilangan harapan dan semangat untuk sembuh. Tetap berpikir positif, ikuti anjuran tenaga medis, perbanyak doa, dan yakinlah bahwa kesembuhan serta kesehatan datang atas izin Allah SWT. Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang terus berusaha dan berdoa," ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa menjalani perawatan di Puskesmas bukanlah alasan untuk merasa kecil hati atau putus asa. Justru, kesempatan mendapatkan pelayanan kesehatan harus disyukuri dengan terus berikhtiar dan mengikuti setiap proses pengobatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan.
Menurutnya, selain pengobatan secara medis, kekuatan mental dan spiritual juga menjadi hal penting bagi pasien dalam menghadapi masa pemulihan. Dukungan, perhatian, serta kata-kata penyemangat diharapkan dapat memberikan ketenangan batin dan menumbuhkan kembali keyakinan pasien untuk sembuh.
Melalui kegiatan ini, Dwi Astuti berharap kehadiran penyuluh agama tidak hanya dirasakan dalam kegiatan keagamaan di masyarakat, tetapi juga dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat yang sedang membutuhkan pendampingan rohani, termasuk mereka yang tengah menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.
Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata bahwa penyuluh agama hadir tidak hanya untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga menebarkan kepedulian, kasih sayang, dan semangat kemanusiaan kepada sesama.
Dengan doa, ikhtiar, kesabaran, dan semangat yang terus terjaga, semoga Allah SWT memberikan kesembuhan kepada seluruh pasien serta menganugerahkan kesehatan dan kekuatan dalam menjalani kehidupan.
