Sinergi KUA Kalibagor dan SMP Negeri 1 Kalibagor Wujudkan Generasi Tangguh dan Berkarakter melalui Program BRUS
Banyumas - Upaya membentuk generasi muda yang berkarakter kuat dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan terus dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satu langkah nyata terlihat dari terjalinnya sinergi antara SMP Negeri 1 Kalibagor dan KUA Kecamatan Kalibagor melalui rencana pelaksanaan Program Bimbingan Pranikah Remaja Usia Sekolah (BRUS). Selasa (02/12)
Kerja sama ini menjadi wujud komitmen kedua lembaga dalam memberikan edukasi dini kepada remaja usia sekolah mengenai pembentukan karakter, etika pergaulan, dan kesiapan mental dalam merencanakan masa depan. Program BRUS hadir bukan untuk membahas pernikahan secara teknis, namun memberikan pemahaman dasar tentang kedewasaan, tanggung jawab, serta pentingnya pembangunan diri sejak dini.
Pihak KUA Kalibagor menjelaskan bahwa program BRUS dirancang untuk memberikan bekal nilai-nilai agama, wawasan kehidupan, serta pencegahan terhadap permasalahan remaja seperti pergaulan bebas, pernikahan dini, dan kurangnya literasi kesehatan reproduksi. Dengan pendekatan yang komunikatif, siswa dibimbing untuk memahami pentingnya menjaga akhlak, fokus pada pendidikan, serta mengatur cita-cita jangka panjang.
Sementara itu, SMP Negeri 1 Kalibagor menyambut positif kerja sama ini karena dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pembinaan karakter siswa. Di tengah tantangan perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang cepat, sekolah berharap program ini dapat membantu siswa memiliki pondasi moral, disiplin, serta kendali diri yang baik.
Sinergi antara KUA dan SMP Negeri 1 Kalibagor ini juga mencerminkan keseriusan kedua lembaga dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang holistik—tidak hanya membekali siswa dengan pengetahuan akademik, tetapi juga kecakapan hidup (life skill) dan nilai spiritualitas yang kuat.
Dengan adanya Program BRUS, diharapkan lahir generasi Kalibagor yang tangguh, berakhlak mulia, memiliki visi masa depan yang jelas, serta mampu beradaptasi menghadapi tantangan zaman. Kolaborasi ini menjadi contoh positif bagaimana lembaga pendidikan dan keagamaan dapat bersatu membangun masa depan anak bangsa.
