Sinergi Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Berbasis Cinta, MTsN 2 Banyumas Susun Kurikulum TA 2026/2027

Oleh MTSN2 Banyumas
SHARE

Banyumas – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, Tim Pengembang Kurikulum bersama Tim Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) MTsN 2 Banyumas menggelar rapat intensif Penyusunan Kurikulum Madrasah Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan strategis ini berlangsung di Ruang Rapat MTsN 2 Banyumas. Rabu (08/07)

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh seluruh elemen inti madrasah yang tergabung dalam Tim Pengembang, meliputi Kepala Madrasah (Kamad), Kepala Tata Usaha (KTU), empat Wakil Kepala Madrasah (Waka), perwakilan guru mata pelajaran, guru Bimbingan Konseling (BK), serta jajaran pengurus Komite Madrasah.

Fokus utama penyusunan kurikulum pada tahun ajaran ini adalah pemantapan implementasi Kurikulum Merdeka yang secara menyeluruh telah diintegrasikan dengan inovasi khas madrasah, yaitu Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Integrasi ini diwujudkan melalui pengaplikasian nilai-nilai Panca Cinta ke dalam setiap mata pelajaran serta penerapan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) bagi peserta didik.

Kepala MTsN 2 Banyumas, Atik Restusari, dalam arahannya menekankan pentingnya keselarasan antara regulasi nasional dengan nilai-nilai humanis yang menjadi ruh madrasah.
"Penyusunan kurikulum tahun ajaran 2026/2027 ini merupakan langkah besar kita untuk memastikan bahwa Kurikulum Merdeka tidak hanya berjalan sebagai dokumen administratif, tetapi benar-benar hidup di ruang kelas. Melalui integrasi Kurikulum Berbasis Cinta dan pengaplikasian Panca Cinta, kita ingin mencetak generasi yang cerdas secara akademik sekaligus memiliki kelembutan hati dan karakter yang kuat," ujar Atik Restusari.

Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Sri Indriyati,  menjelaskan secara teknis mengenai struktur kurikulum baru yang tengah dimatangkan oleh tim.
"Pada tahun ajaran ini, seluruh mata pelajaran wajib menginternalisasikan Panca Cinta ke dalam modul ajar dan proses pembelajaran. Kita juga menggeser paradigma belajar dengan menekankan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning). Tujuannya agar siswa tidak sekadar menghafal materi, tetapi mampu memahami esensi, berpikir kritis, dan merasakan kegembiraan dalam setiap proses belajar," jelas Sri Indriyati.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan produktif ini menghasilkan draf final Kurikulum Madrasah yang siap diuji publik dan disahkan. Dengan keterlibatan aktif komite dan perwakilan guru, MTsN 2 Banyumas optimistis dapat menyambut Tahun Ajaran 2026/2027 dengan kesiapan kurikulum yang matang, adaptif, dan sarat nilai karakter. (Ning/twm)