Siswa MAN 3 Banyumas Berperan di Dapur Umum

Oleh MAN 3 Banyumas
SHARE

Siswa MAN 3 Banyumas Berperan di Dapur Umum

Banyumas—Bencana banjir melanda wilayah Kecamatan Sumpiuh sejak Selasa (15/3). Banjir sempat surut di beberapa wilayah pada Rabu (16/3), namun kembali membesar mulai Kamis (17/3). Wilayah yang terkena banjir adalah Nusadadi, Nusabaya (Selandaka), Kemiri, Karanggedang, Pandak, Kuntili, Kradenan, dan Lebeng. Wilayah terparah adalah Nusadadi yang menjadi wilayah terisolasi akibat banjir yang menggenangi wilayah tersebut dan sekitarnya. Jika mau mengantarkan bantuan ke Nusadadi harus menggunakan perahu karena wilayah tersebut terkepung banjir dengan debit air yang tinggi. Kondisi tersebut direspon dengan cepat oleh Camat Sumpiuh dengan mendirikan Dapur Umum (DU) di kompleks Kecamatan Sumpiuh.

Siswi MAN 3 Banyumas turut berperan serta dalam kegiatan di DU. Para siswa yang merapat ke DU merupakan siswa yang tergabung dalam organisasi PMR WIRA, Pramuka, dan Pengurus Mading Adiwarta. Mereka turut serta memberikan bantuan tenaga di DU sejak Sabtu (19/3) hingga Kamis (24/3) bersama berbagai elemen masyarakat, antara lain ibu-ibu warga RT 01, 02, dan 04 di sekitar kantor kecamatan, PKK Desa Selandaka, Karanggedang, Kemiri, ‘Aisyiyah Sumpiuh, MDMC Sumpiuh, Tagana, BPBD Kabupaten Banyumas, Relawan LHPB ‘Aisyiyah dari berbagai kecamatan di Kabupaten Banyumas, dan lain-lain.

Para siswa merapat ke DU setelah kegiatan pembelajaran selesai. Mereka membantu berbagai kegiatan, seperti memotong-motong bumbu dan sayur-mayur, membungkus sayur, dan membungkus nasi. Nasi bungkus yang telah siapkemudian dimasukkan dalam kantong plastik. Setiap kantong diisi 25 nasi bungkus. Biasanya, kegiatan selesai sekitar pukul 17.00. Setiap hari Dapur Umum Kecamatan Sumpiuh menyiapkan nasi bungkus untuk makan pagi dan makan malam bagi warga terdampak banjir. Siswa-siswi Mantibas turut membantu menyiapkan nasi bungkus untuk makan malam, kecuali Ahad bisa ikut juga membantu untuk menyiapkan makan pagi. Sejak Minggu (20/3) DU menyiapkan 3000 nasi bungkus. Hal itu karena sejak malam Minggu banjir membesar. Bahkan sebanyak lebih dari 300 warga Nusadadi dievakuasi ke Kantor Kecamatan Sumpiuh dan Gedung KPRI di sebelah barat kantor kecamatan.

Drs. Ahmad Suryanto, M.Si, selaku Camat Sumpiuh sangat berterima kasih atas peran serta siswa-siswi Mantibas di DU Kecamatan Sumpiuh. “Kehadiran para siswa MAN 3 Banyumas setiap hari di DU Kecamatan Sumpiuh tentunya sangat membantu mempercepat penyiapan nasi bungkus untuk warga terdampak banjir,” ungkapnya. Lebih lanjut Ahmad Suryanto berharap agar keikutsertaan siswa-siswi Mantibas mampu meningkatkan solidaritas dan empati terhadap sesama di kalangan anak muda. “Hal semacam itu perlu terus ditingkatkan mengingat manusia adalah juga makhluk sosial,” pungkasnya.

Waka Humas Mantibas, Ahmad Ridlo, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepedulian siswa yang tergabung dalam kegiatan kemanusiaan di DU Kecamatan Sumpiuh. “Mudah-mudahan ini merupakan wujud kecerdasan social bagi para siswa dalam kehidupan bermasyarakat,” harapnya. Sementara, Eka Riyanti selaku Pembina PMR mengemukakan bahwa kegiatan siswa di DU merupakan kegiatan positif yang pasti bisa memberikan pengalaman berharga bagi siswa untuk secara langsung belajar mengenai tanggap bencana. “Kemauan siswa menjadi relawan di DU patut diapresiasi karena mampu menjadi garda terdepan mendukung kecukupan penyediaan konsumsi bagi korban banjir,” ungkapnya. Eka berharap dengan kegiatan tersebut siswa mampu mengembangkan jiwa kemanusiaannya untuk tanggap terhadap lingkungan sekitarnya.

DU Kecamatan Sumpiuh ditutup secara resmi Kamis sore (24/3) setelah selesai menyiapkan nasi bungkus untuk makan malam dan mendistribusikannya pada warga korban banjir. Semua pengungsi di Kecamatan Sumpiuh dan Gedung KPRI pun telah kembali ke rumah masing-masing. Mereka diantar menggunakan berbagai kendaraan yang telah disiapkan. Dalam sambutan penutupan, Camat Sumpiuh mengucapkan terima kasih pada semua relawan yang telah berjibaku menyediakan kebutuhan makan bagi para pengungsi dan warga korban banjir di berbagai lokasi wilayah Kecamatan Sumpiuh. Tagana dan MDMC Sumpiuh pun segera mengemasi semua peralatan memasak dibantu relawan dari SMK Muhammadiyah Sumpiuh dan MAN 3 Banyumas.

(Tim Media MAN 3 Banyumas)