SMAPA Bertadarus Semarakkan Kegaiatan Ramadhan

Oleh Dudiyono
SHARE

Purwokerto: Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Purwokerto (SMAPA) menggelar kegiatan literasi berupa Tadarus Al Qur’an sebagai bagian dari kegiatan amaliah Ramadhan 1443 H. Kegiatan tersebut dimulai pada hari Jumat (08/04) pukul 07.30 WIB sebelum kegiatan belajar mengajar di awal mata pelajaran dimulai yang diikuti oleh para Guru dan Peserta Didik kelas X dan XII baik MIPA maupun IPS.

 

Wasono Ardi Saputro, M.Pd selaku Kepala SMA Negeri 4 Purwokerto, terkait kegiatan literasi Tadarus al Qur’an menyampaikan, “alhamdulillah kegiatan tadarus di hari pertama masuk tatap muka 100% bagi kelas X dan XI MIPA maupun IPS ini dapat dilaksanakan dengan baik sebagai bagian dari program kegiatan amaliah di bulan Ramadhan SMAN 4 Purwokerto yang telah direncanakan sejak awal oleh pengurus Rohis Akhdir sebagai leading sektor untuk kegiatan keagamaan di SMAN 4 Purwokerto”.

 

“Kami berharap dengan dilaksanakan kegiatan tersebut peserta didik kami dapat memahami dan meneraqpkan kandungan al Qur’an dengan sebaik-baiknya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya tadarus ini disamping mendapatkan paha dalam membaca al Qur’an tentu dapat mempererat persaudaraan keluarga baesar SMAPA”, jelasnya.

 

Lebih lanjut Ia menyampaikan, “Kegiatan tadarus ini sangat baik bagi peserta didik, karena dengan rajin membaca al Quran akan dapat membentuk karakter peserta didik yang Islami, sehingga diharapkan akan terbangun mereka sebagai generasi hebat yang berbudi pekerti luhur. Dengan ibadah salah satunya berupa membaca al Qur’an ini mudah-mudahan kita semua mendapat syafa’at dan memperoleh kebahagiaan serta keselamatan hidup didunia dan akhirat”, pungkas Ardi.

 

Sementara Drs. Sutarno ketika dihubungi secara terpisah menyampaikan, “kegiatan literasi tadarus sudah berjalan dengan baik. Untuk yang muslim membaca al Qur’an di kelas masing-masing yang dipimpin secara central oleh pengurus Rohis yang didampingi oleg para Guru yang mengajar jam pertama dan pengurus Rohis di masing-masing kelas. Kegiatan ini tentu perlu diintensifkan lagi oleh pengurus Rohis untuk mendampingi kegiatan tersebut karena barangkali ada ruang kelas kosong yang belum ada guru pendampingnya”, pungkasnya singkat. (DU)