Sukses Digelar, Orientasi PPPK Kemenag Banyumas Resmi Ditutup oleh Ketua Tim BDK Semarang
Banyumas — Rangkaian kegiatan Orientasi Penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Banyumas resmi berakhir. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di MIN 1 Banyumas ini ditutup secara resmi oleh Ketua Tim Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang, Khoirul Anwar. Rabu (21/10).
Dalam sambutan penutupnya, Khoirul Anwar berpesan agar seluruh ilmu dan wawasan yang telah didapatkan tidak sekadar menjadi teori, melainkan harus diaplikasikan. "Harapannya, kegiatan orientasi ini bisa membuka wacana kita dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari di tempat kerja, mulai dari penerapan moderasi beragama sampai ekoteologi," ungkapnya di hadapan para peserta.
Sebelum resmi ditutup, kegiatan di hari kedua ini diwarnai dengan antusiasme peserta yang tinggi. Didampingi oleh Widyaiswara BDK Semarang, Sukarni Katamwatiningsih, 40 peserta terlibat aktif dalam sesi diskusi dan kerja kelompok. Mereka saling bertukar pikiran dan merumuskan langsung praktik-praktik baik toleransi dari berbagai sudut pandang ajaran agama, serta memperteguh pandangan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila.
Semangat dan nilai-nilai yang didiskusikan tersebut sekaligus menjadi penegasan kembali atas amanat Kepala Kankemenag Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, yang disampaikan pada saat pembukaan, Selasa (20/10) lalu.
"Jadilah ASN yang menghargai keberagaman, menjaga kerukunan, serta peduli terhadap kelestarian alam. Nilai-nilai ini harus diwujudkan dalam pekerjaan dan pelayanan kepada masyarakat," pesan Dr. Ibnu Asaddudin.
Melalui orientasi komprehensif yang telah difasilitasi oleh BDK Semarang ini, ke-40 PPPK Kemenag Banyumas kini siap kembali mengabdi di unit kerjanya masing-masing dengan membawa wawasan baru. Mereka diharapkan mampu memberikan pelayanan publik yang humanis, menghindari segala bentuk sikap diskriminatif, serta menjadi pelopor budaya kerja yang inklusif, harmonis, dan ramah lingkungan.
