Survei Sahabat KBC 2026 Dimulai, MTs Negeri 3 Banyumas Perkuat Komitmen Kurikulum Berbasis Cinta
Banyumas – Komitmen menghadirkan pendidikan madrasah yang humanis, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai cinta terus diperkuat oleh MTs Negeri 3 Banyumas. Hal ini ditunjukkan melalui pelaksanaan Survei Sahabat Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Tahun 2026 yang mulai dilaksanakan pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan pengisian survei berlangsung di ruang Kepala Madrasah dengan melibatkan tiga guru sebagai peserta, yakni Kepala MTs Negeri 3 Banyumas, Sudir, Salsabila Ramadhanti, dan Wulan Cahyani. Keikutsertaan ketiganya menjadi bagian dari partisipasi madrasah dalam mendukung pelaksanaan survei sekaligus memperkuat perhatian terhadap implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan pendidikan madrasah. Selasa (20/10)
Survei Sahabat KBC menjadi momentum penting untuk melihat bagaimana semangat Kurikulum Berbasis Cinta dipahami dan dihidupkan dalam praktik pendidikan. KBC tidak sekadar berbicara tentang kurikulum sebagai perangkat pembelajaran, tetapi juga tentang bagaimana nilai cinta diwujudkan dalam hubungan guru dengan murid, kepedulian terhadap sesama, penghargaan terhadap keberagaman, serta tanggung jawab menjaga lingkungan. Melalui pendidikan yang mengedepankan kasih sayang, keteladanan, dan penghormatan terhadap martabat manusia, madrasah diharapkan mampu membangun suasana belajar yang aman, nyaman, dan bermakna. Dengan demikian, proses pendidikan tidak hanya mengembangkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan hati yang peka, perilaku yang santun, serta karakter yang kuat.
Bagi MTs Negeri 3 Banyumas, partisipasi dalam Survei Sahabat KBC 2026 selaras dengan semangat Madrasah KEREN NG’TREN dan BERKAH LINGKUNGAN, yang menempatkan pembentukan karakter dan kepedulian sebagai bagian penting dari layanan pendidikan. Keterlibatan kepala madrasah bersama guru diharapkan turut memperkuat budaya refleksi dan komitmen bersama dalam menghadirkan pembelajaran yang memanusiakan murid. Sebab, madrasah yang hebat bukan hanya tempat tumbuhnya kecerdasan, melainkan juga ruang berseminya cinta, adab, dan kepedulian. Dari ruang kepala madrasah, langkah kecil melalui pengisian survei ini menjadi bagian dari ikhtiar membangun pendidikan yang semakin bermakna, berkarakter, dan membawa keberkahan bagi seluruh warga madrasah.
