HUT RI #81

Syiar Lewat Nada, Penyuluh Bimbing MT Ash-Shodiqiyah Kranji Kembangkan Seni Rebana

K
KUA Purwokerto Timur
18 Feb 2026
20x dibaca
SHARE

Purwokerto – Upaya syiar Islam di wilayah Purwokerto Timur tampil dengan wajah yang kreatif dan kultural. Penyuluh Agama Islam KUA Purwokerto Timur, Robiatun Nihayati, memberikan bimbingan khusus seni musik Islami kepada anggota Majelis Taklim (MT) Ash-Shodiqiyah, Kelurahan Kranji. Selasa (17/02).

Dalam sesi latihan tersebut, Robiatun tidak hanya memberikan arahan teknis mengenai ketukan dan harmonisasi alat musik rebana, tetapi juga menanamkan nilai-nilai filosofis di balik kesenian tersebut sebagai media dakwah.

Menurut Robiatun, pendekatan dakwah di tengah masyarakat urban seperti di Kranji memerlukan variasi agar pesan-pesan keagamaan dapat diterima dengan rasa bahagia dan kesejukan.

"Syiar agama Islam itu luas, tidak hanya terbatas pada membaca Al-Qur'an secara lisan atau mempelajari kitab kuning di dalam kelas. Rebana adalah salah satu alat atau instrumen penting untuk berdakwah. Melalui selawat yang diiringi rebana, pesan cinta kepada Rasulullah dapat menyentuh hati masyarakat dengan lebih lembut," ujar Robiatun di sela-sela latihan.

Lebih lanjut, Robiatun menambahkan bahwa kelompok rebana di MT Ash-Shodiqiyah ini diharapkan menjadi magnet bagi generasi muda dan warga sekitar untuk lebih dekat dengan kegiatan masjid atau majelis taklim.

"Kami ingin menghidupkan kembali marwah kesenian Islam. Dengan menabuh rebana, kita sebenarnya sedang melantunkan zikir dan pujian. Ini adalah syiar yang bersifat 'bil-hal' atau melalui tindakan nyata. Saya berharap ibu-ibu di Ash-Shodiqiyah tetap semangat berlatih agar setiap tampil, mereka tidak hanya menyuguhkan hiburan, tapi juga membawa keberkahan dan pengingat bagi yang mendengar," tambahnya.

Kegiatan bimbingan ini ditutup dengan latihan bersama lagu selawat "Thola'al Badru 'Alayna" yang dibawakan dengan penuh semangat oleh para jamaah. Melalui bimbingan rutin ini, KUA Purwokerto Timur terus berkomitmen mengawal pembinaan umat baik dari sisi literasi kitab maupun pelestarian seni budaya Islam. (jw)