Tanamkan Filosofi Sakinah Sejak Sebelum Akad
Banyumas – KUA Sumpiuh terus berkomitmen membekali para calon pengantin (catin) dengan nilai-nilai ketahanan keluarga. Bertempat di Balai Nikah KUA Sumpiuh, Penyuluh Agama Islam, Laeli Najihah, memberikan bimbingan mandiri (Binwin) kepada pasangan calon pengantin, Mufroil (asal Sidayu) dan Romlah Mar’ati (asal Sumpiuh). Selasa (10/02)
Dalam sesi tersebut, Laeli Najihah menekankan pentingnya memahami filosofi keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah bukan sekadar sebagai jargon, melainkan landasan operasional dalam rumah tangga.
Laeli memaparkan bahwa keluarga sakinah memiliki ciri khas yang bisa dirasakan secara spiritual dan sosial, di antaranya:
-
Adanya Rasa Aman dan Tenang: Rumah tangga menjadi tempat pulang yang paling nyaman setelah beraktivitas.
-
Komunikasi Berlandaskan Kasih Sayang: Menyelesaikan konflik dengan musyawarah tanpa kekerasan.
-
Ketaatan Beribadah secara Kolektif: Menjadikan nilai-nilai agama sebagai kompas dalam mengambil keputusan.
Tak hanya soal hubungan suami-istri, materi juga berfokus pada peran orang tua dalam mencetak generasi berkualitas. Menurut Laeli, generasi yang unggul bermula dari pengasuhan yang terencana sejak dini.
"Keluarga adalah madrasah pertama. Untuk mencetak generasi yang berkualitas, orang tua harus menyelaraskan antara keteladanan akhlak, pemenuhan gizi yang baik, dan pendidikan yang tepat," ujar Laeli di hadapan pasangan Mufroil dan Romlah.
Kegiatan bimbingan mandiri ini merupakan bagian dari layanan prima KUA Sumpiuh untuk menekan angka perceraian dan memastikan setiap pasangan yang menikah memiliki kesiapan mental serta pengetahuan yang cukup dalam mengarungi bahtera rumah tangga.
