HUT RI #81

Tasyakuran Malam Lailatul Qadar Warga Cikakak di Serambi Masjid

K
KUA Wangon
11 Mar 2026
49x dibaca
SHARE

Banyumas - Suasana khidmat menyelimuti serambi Masjid Ar-Rohman, Desa Cikakak, saat warga berkumpul untuk menggelar tasyakuran memperingati malam Lailatul Qadar. Dengan beralaskan lantai masjid, warga lintas generasi duduk bersila melingkari makanan yang dibawa dari rumah masing-masing. Tradisi tahunan ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus harapan masyarakat untuk meraih keberkahan di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Rabu (11/03/26)

Ritual dimulai dengan pembacaan zikir, tahlil, dan doa bersama. Kalim, selaku Imam Masjid Ar-Rohman, memimpin langsung jalannya prosesi tersebut dengan penuh kekhusyukan. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk ikhtiar batiniah warga dalam menjemput malam yang lebih baik dari seribu bulan.

"Kami berkumpul di serambi ini untuk menyatukan hati dan memperkuat doa. Tasyakuran ini adalah cara warga Cikakak mengekspresikan kegembiraan sekaligus kerendahan hati di hadapan Allah SWT, berharap agar desa kami selalu diberkahi dan dijauhkan dari marabahaya," ujar Kalim saat ditemui di sela-sela acara.

Kehadiran Joharulloh, selaku Penyuluh Agama setempat, turut memberikan warna dalam kegiatan tersebut melalui tausiyah singkatnya. Ia menekankan bahwa esensi dari tasyakuran ini adalah mempererat tali silaturahmi antarwarga yang mungkin sempat renggang karena kesibukan sehari-hari. Joharulloh mengapresiasi semangat gotong royong warga yang tetap terjaga di tengah gempuran modernisasi.

"Malam Lailatul Qadar tidak hanya tentang ibadah vertikal kepada Sang Pencipta, tetapi juga tentang bagaimana kita memperbaiki hubungan horizontal sesama manusia. Apa yang dilakukan warga Cikakak malam ini adalah wujud nyata dari ukhuwah Islamiyah yang sangat kuat," ungkap Joharulloh. Acara kemudian ditutup dengan makan bersama secara kembulan, mencerminkan kesetaraan dan kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat pedesaan. (jhr)