Tegas Penghulu: Jadikan Pasangan Sebagai Tempat Kembali
Banyumas - Dalam perjalanan kehidupan berumah tangga, pernikahan bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga menjadi komitmen suci antara dua insan. Rizal dan Rahma, yang mengikuti Bimbingan Perkawinan di aula KUA Kemranjen, mendapatkan wawasan penting dari Apriliyanto, Kepala KUA setempat. Salah satu nasehat yang begitu berharga adalah bahwa pasangan sah, suami istri, merupakan satu-satunya tempat yang dibenarkan secara agama dan hukum untuk menyalurkan hawa nafsu atau kebutuhan seksual. Senin (09/03)
Mengapa ini penting? Dalam setiap hubungan, fondasi kepercayaan dan saling memiliki sangatlah esensial. Pernikahan menjadikan hubungan intim sebagai bentuk ibadah, bukan sebagai perbuatan dosa. Dengan pandangan ini, pasangan diharapkan dapat melihat satu sama lain sebagai tempat kembali, sebuah pelabuhan yang aman untuk berbagi cinta dan kasih sayang.
Dengan saling memiliki, Rizal dan Rahma dipandang perlu untuk menciptakan ikatan yang kuat melalui komunikasi yang jujur dan terbuka. Hal ini akan memperkuat rasa saling menghargai maupun pengertian satu sama lain. Setiap tantangan yang dihadapi bersama akan menjadi batu loncatan menuju kebahagiaan sejati.
Pentingnya menjalani bimbingan perkawinan ini tidak bisa diremehkan. Selain memberikan pengetahuan dasar mengenai pernikahan, bimbingan ini juga mengajarkan bagaimana membangun relasi yang sehat dan saling mendukung. Melalui proses ini, pasangan diingatkan untuk selalu kembali satu sama lain, memperkuat komitmen dan cinta dalam lingkup yang lebih luas.
Dengan demikian, Rizal dan Rahma, serta semua pasangan, diharapkan dapat menjadikan pernikahan bukan hanya sebagai ikatan formal, tetapi juga sebagai tempat kembali yang penuh kasih. Memahami bahwa pasangan adalah saling memiliki akan membawa mereka pada kebahagiaan dan keberkahan yang hakiki. Dengan menjalani pernikahan sebagai ibadah, mereka pun akan merasakan makna sejati dari cinta dan hubungan yang dibangun. (a)
