Tingkatkan Pelayanan Prima, KUA Berikan Edukasi Pernikahan Kepada Siswi SMK

Oleh KUA Purwokerto Barat
SHARE

Banyumas – Dalam rangka mendukung kegiatan pendidikan dan menambah wawasan peserta didik mengenai pelayanan keagamaan, KUA Purwokerto Barat memberikan edukasi tentang pernikahan, syarat dan ketentuan pernikahan, serta fungsi dan peran KUA dalam pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Pelayanan KUA Purwokerto Barat. Kamis (04/06)

Edukasi diberikan kepada para siswi Kelas XI Jurusan Busana 4 SMK Negeri 3 Purwokerto yang tengah melaksanakan tugas observasi dan wawancara sebagai bagian dari Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman secara langsung mengenai tugas dan fungsi KUA sebagai institusi pelayanan publik di bawah Kementerian Agama.

Materi edukasi disampaikan oleh Penghulu KUA Purwokerto Barat, Ibnu Musyaddid. Dalam paparannya, beliau menjelaskan berbagai persyaratan administrasi yang harus dipenuhi oleh calon pengantin, prosedur pendaftaran nikah, hingga ketentuan yang mengatur pelaksanaan pernikahan sesuai peraturan yang berlaku.

Selain itu, Ibnu Musyaddid juga menjelaskan bahwa KUA tidak hanya melayani pencatatan pernikahan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat. Berbagai layanan seperti bimbingan perkawinan, konsultasi keluarga sakinah hingga pembinaan umat menjadi bagian dari tugas dan fungsi KUA.

Para siswi tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Melalui sesi tanya jawab, mereka berkesempatan menggali informasi lebih mendalam mengenai tugas penghulu, proses pencatatan nikah, serta berbagai layanan yang tersedia di KUA. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan peserta didik sekaligus memberikan pemahaman yang benar mengenai pentingnya administrasi pernikahan dan peran KUA dalam kehidupan bermasyarakat.

KUA Purwokerto Barat menyambut baik kunjungan edukatif tersebut sebagai bentuk sinergi antara lembaga pendidikan dan instansi pemerintah dalam meningkatkan literasi keagamaan serta pelayanan publik kepada generasi muda. Dengan adanya kegiatan observasi dan wawancara ini, diharapkan para siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata dan bermanfaat bagi pengembangan pengetahuan mereka. (is)