Tingkatkan Wakaf Produktif untuk Keberlangsungan Masjid dan Pendidikan
Banyumas - KUA Kemranjen, Apriliyanto, mengajak masyarakat setempat untuk meningkatkan dan menggiatkan wakaf produktif sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan operasional masjid, mushola, serta lembaga pendidikan agama di wilayah Kemranjen. Seruan ini disampaikan dalam sebuah acara ikrar wakaf yang berlangsung di Desa Sibalung, sekitar pukul 10.30 WIB. didampingi Yono Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen. Rabu (25/02)
Dalam sambutannya, Apriliyanto menegaskan bahwa wakaf bukan hanya sekadar amal jariyah yang bersifat sosial, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai sumber pendanaan berkelanjutan untuk berbagai kebutuhan keagamaan dan pendidikan. Ia mencontohkan, wakaf produktif berupa tanah atau aset lain yang dikelola secara profesional dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang sekaligus mendukung keberlangsungan fasilitas keagamaan dan pendidikan di masyarakat.
"Melalui wakaf produktif, kita tidak hanya membantu membiayai operasional masjid dan mushola, tetapi juga ikut serta dalam pembangunan lembaga pendidikan yang berkualitas. Hal ini sangat penting agar generasi muda kita mendapatkan pendidikan agama yang memadai dan mampu bersaing di era modern," ujar Apriliyanto.
Menurut data dari Badan Wakaf Indonesia (BWI), potensi wakaf di Indonesia mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya. Namun, baru sekitar 20-30 persen dari total potensi tersebut yang benar-benar dimanfaatkan secara optimal. Di Kabupaten Banyumas, termasuk wilayah Kemranjen sendiri, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya wakaf produktif mulai meningkat, tetapi masih perlu didorong lebih keras agar potensi ini bisa dikembangkan secara maksimal.
Lebih jauh lagi, Apriliyanto menyatakan bahwa pengelolaan wakaf harus dilakukan secara transparan dan akuntabel agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Ia juga mendorong masyarakat untuk melibatkan diri aktif dalam pengelolaan aset wakaf dengan membentuk pengurus yang kompeten serta mengedepankan prinsip syariah.
Acara ikrar wakaf di Desa Sibalung ini dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pemerintah desa setempat. Mereka secara resmi menyatakan komitmen untuk mendukung program wakaf produktif sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan umat sekaligus memperkuat fondasi keagamaan dan keilmuan.
Pengembangan wakaf produktif diharapkan mampu menjadi solusi alternatif pendanaan yang berkelanjutan dan independen bagi lembaga-lembaga keagamaan maupun pendidikan di wilayah Kemranjen. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai langkah strategis dalam menumbuhkan budaya wakaf yang lebih inovatif dan modern sesuai perkembangan zaman.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen kuat dari seluruh elemen masyarakat, diharapkan program ini mampu memberikan dampak positif jangka panjang bagi kemakmuran umat dan kejayaan agama Islam di wilayah Kemranjen. Sebagai bagian dari pengalaman pribadi saya selama mengikuti acara tersebut, saya melihat antusiasme tinggi dari masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif dalam mewujudkan visi pembangunan berbasis wakaf yang berkelanjutan dan penuh berkah. (a)
