TSANEGA Banyumas Selalu Bergerak
Oleh HUMAS
Banyumas: Tahun pelajaran 2021–2022 telah selesai dan tanggal 18 juli 2022 merupakan awal mulai tahun pelajaran baru. Saat ini MTs Negeri 3 Banyumas terus mempersiapkan diri menyempurnakan teknis pelaksanaan pembelajaran untuk tahun ajaran 2022-2023. Apalagi, mulai Juli nanti, MTs Negeri 3 Banyumas masuk dalam piloting madrasah pelakasanaan kurikulum merdeka.
Pada akhir mei 2022, Kementerian agama melalui direktur jenderal Pendidikan Islam telah menutup usulan madarasah yang siap menerapkan kurikulum yang dicetuskan Menteri Nadiem Makarim itu. Sehingga, tidak semua madrasah bisa mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
Karena itu, Kementerian Agama melalui direktur jenderal Pendidikan Islam melakukan penjaringan dan seleksi bagi madrasah yang telah siap. Madrasah yang belum siap pada tahun ajaran 2022–2023 bisa ikut di periode selanjutnya.
Kepala MTs Negeri 3 Banyumas, Syarif Hidayat, S.Ag mengatakan, Kurikulum Merdeka itu merupakan langkah peningkatan mutu Pendidikan dengan beberapa poin penting dalam perubahannya. Madrasah yang sudah menerapkan dalam regulasinya mampu mendorong Madrasah lain agar mencapai syarat yang diberlakukan. Oleh karena itu pula MTs Negeri 3 selalu bergerak dalam rangka memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Banyumas.
Penerapan kurikulum merdeka belajar pada prinsipnya ditujukan untuk menjawab tantangan pendidikan di era industri berbasis digital (industri 4.0) dan pendidikan di Indonesia berusaha mensejajari industri tersebut dengan pendidikan 4.0 pula bahkan menuju 5.0. Kurikulum Merdeka lebih berfokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya. Proses pembelajaran diharapkan menjadi lebih mendalam, bermakna, tidak terburu-buru dan menyenangkan.
Syarif Hidayat, mengatakan, target kurikulum itu dicapai dengan lima intervensi yang sudah ditentukan. Di antaranya, peningkatan kapasitas SDM (guru, kepala Madrasah, maupun pengawas), kemudian pendampingan asimetris, diajari merencanakan berbasis data, pembelajaran paradigma baru, dan tentunya digitalisasi Madrasah.
Sesuai SK Dirjen Pendidikan Islam no 3811 tentang madrasah pelaksana Kurikulum merdeka tahun pelajaran 2022-2023, disebutkan ada 482 lembaga yang terdiri dari RA, MI, MTs dan MA seluruh Indonesia, siap melaksanakan kurikulum merdeka. (rif/yud)
