Wujudkan Keluarga Sakinah, Penyuluh KUA Bekali Catin 5 Pilar Perkawinan
Banyumas – Suasana khidmat menyelimuti Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Somagede hari ini. Penyuluh Agama Islam, Nuryati, secara khusus memberikan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) kepada pasangan calon pengantin, Muhamad Rizal (asal Kudus) dan Fifi (asal Klinting), yang tengah mematangkan persiapan menuju hari besar mereka pada 28 Maret 2026 mendatang. Jumat (13/03)
Ada cerita menarik sebelum bimbingan ini terlaksana. Beberapa waktu lalu, Fifi sebenarnya sudah menyempatkan diri datang ke KUA Somagede. Namun, kala itu ia belum bisa menerima materi Bimwin karena hadir tanpa didampingi calon suami.
Nuryati menegaskan bahwa kehadiran kedua belah pihak adalah hal yang non-negosiasi. Mengapa demikian? Karena membangun rumah tangga adalah kerja tim. Bimbingan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan fondasi pemahaman yang harus dimiliki oleh kedua calon mempelai secara bersamaan agar visi dan misi pernikahan selaras sejak awal.
Dalam sesi bimbingan tersebut, Nuryati, memaparkan materi krusial mengenai kiat-kiat menggapai keluarga yang Sakinah, Mawaddah, warahmah. Fokus utama materi tertuju pada 5 Pilar Menuju Keluarga Sakinah, yaitu:
-
Zawaj (Berpasangan): Menyadari bahwa suami dan istri adalah mitra sejajar dalam mengarungi bahtera rumah tangga.
-
Mithaqan Ghalidzan (Janji Kokoh): Memahami bahwa pernikahan adalah ibadah dengan ikatan janji yang sangat kuat di hadapan Allah.
-
Mu’asyarah Bil Ma’ruf (Saling Memperlakukan dengan Baik): Komitmen untuk saling menghargai dan bertutur kata lembut.
-
Musyawarah: Membiasakan diri menyelesaikan segala persoalan dengan diskusi dan mufakat.
-
Taradin (Saling Ridha): Menciptakan suasana yang nyaman sehingga kedua belah pihak merasa bahagia dan rela dalam menjalankan peran masing-masing.
"Pernikahan bukan hanya soal menyatukan dua insan, tapi bagaimana keduanya konsisten menjaga pilar-pilar ini tetap tegak saat badai ujian datang," ujar Nuryati di sela-sela pemberian materi.
Dengan bekal ilmu ini, Rizal dan Fifi diharapkan siap melangkah ke pelaminan dengan mantap, tidak hanya siap secara fisik dan finansial, tetapi juga matang secara mental dan spiritual. (Nuryati)
