Wujudkan Pendidikan Inklusi Menuju Indonesia Emas 2045, Yayasan GSN Sambangi MI Maarif NU Ciberem Sumbang

Oleh HUMAS
SHARE

Banyumas – Komitmen nyata dalam pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak berkebutuhan khusus terus bergulir di Kabupaten Banyumas. Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma'arif NU Ciberem, Kecamatan Sumbang, menerima kunjungan strategis dari Tim Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Selasa (14/07)

Yayasan GSN sendiri merupakan organisasi transformasi non-politik yang lahir dari Tim Sukses Prabowo-Gibran. Organisasi ini membawa visi besar untuk menjadi yayasan terdepan dalam membangun Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu misi utamanya adalah menyediakan akses pendidikan bermutu tanpa sekat bagi semua lapisan masyarakat, termasuk anak-anak dari keluarga kurang mampu serta anak-anak dengan disabilitas.

Kehadiran jajaran Tim GSN di MI Ma'arif NU Ciberem di bawah pimpinan Kepala Madrasah, Darsiti, ini mendapat pengawalan penuh dari Pengawas Madrasah Ibu Siti Nurkhasanah, dan jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas. Turut mendampingi dalam rombongan antara lain Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kasi PD Pontren), Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi Pais), serta perwakilan Staf Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Banyumas, Ghofar dan Endwi.

Kunjungan kerja ini bertujuan untuk meninjau secara langsung kondisi psikologis dan proses pembelajaran 25 siswa inklusi (disabilitas) yang tercatat aktif pada Tahun Ajaran 2026/2027 di MI Ma'arif NU Ciberem. Selain berinteraksi dengan para murid, Tim GSN didampingi pihak madrasah dan Kemenag juga melakukan inspeksi mendalam terhadap kelayakan sarana dan prasarana penunjang yang dimiliki oleh madrasah ramah anak tersebut.

Dalam sesi sambutan, perwakilan Tim GSN memberikan apresiasi tinggi kepada kepala madrasah dan para guru yang telah berdedikasi penuh mengasuh anak-anak inklusi. Pihak GSN juga menginstruksikan kepada Kepala MI beserta dewan guru untuk segera menginventarisasi dan mendata seluruh kebutuhan prasarana spesifik yang mendesak guna menunjang efektivitas pendidikan inklusi di sana.

Lebih lanjut, Tim GSN mengarahkan agar data usulan kebutuhan prasarana yang telah disusun tersebut nantinya dikirimkan secara kolektif kepada GSN melalui perantara Kasi Penma Kemenag Kabupaten Banyumas. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat realisasi bantuan prasarana yang dibutuhkan oleh MI Ma'arif NU Ciberem, sehingga hak-hak pendidikan anak disabilitas di wilayah Kecamatan Sumbang dapat terpenuhi secara optimal demi masa depan mereka. (I'ah/Pokjawasmad)