123 Jangan Lupakan Aku, Pererat Persaudaraan Penyuluh Agama Islam PPPK di Kecamatan Tambak

Oleh HUMAS
SHARE

 

Banyumas - Dalam rangka mempererat tali persaudaraan, meningkatkan kebersamaan, serta memperkuat sinergi dalam menjalankan tugas pelayanan dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat, Penyuluh Agama Islam PPPK menggelar pertemuan di Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas Senin (10/08)

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut mengusung semangat “123 Jangan Lupakan Aku”. Tema tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga komunikasi, kebersamaan, dan kepedulian antarsesama penyuluh dalam melaksanakan tugas di tengah masyarakat.

Kegiatan diawali dengan suasana ramah tamah dan silaturahmi antar-Penyuluh Agama Islam PPPK. Para peserta saling berbagi pengalaman, informasi, serta berbagai dinamika yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas penyuluhan agama di wilayah masing-masing.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk mempererat hubungan personal, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun sinergi dan meningkatkan semangat dalam menjalankan tugas sebagai Penyuluh Agama Islam. Sebagai garda terdepan dalam memberikan pembinaan keagamaan, penyuluh dituntut untuk senantiasa meningkatkan kompetensi, profesionalitas, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.

Semangat kebersamaan menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjalankan tugas. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, para penyuluh diharapkan dapat saling memberikan dukungan serta berbagi solusi terhadap berbagai persoalan keagamaan dan sosial yang berkembang di masyarakat.

Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun hubungan yang semakin solid di antara Penyuluh Agama Islam PPPK, khususnya di wilayah Kecamatan Tambak dan Kabupaten Banyumas pada umumnya.

“123 Jangan Lupakan Aku” bukan sekadar sebuah tema, tetapi menjadi pesan untuk terus menjaga silaturahmi, tidak melupakan kebersamaan, dan senantiasa hadir memberikan manfaat bagi sesama.

Pertemuan ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama dalam suasana penuh keakraban. Semangat persaudaraan tersebut diharapkan terus terjaga sehingga para Penyuluh Agama Islam mampu menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan, profesionalitas, dan dedikasi untuk membina umat.