HUT RI #81

47 Murid MTs Negeri 3 Banyumas Ikuti Survei Implementasi KBC Batch 3, Perkuat Data Pendidikan Berbasis Cinta

M
MTSN3 Banyumas
20 Okt 2026
29x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 03-11-2026 11:33
SHARE

Banyumas – MTs Negeri 3 Banyumas melaksanakan Survei Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui aplikasi SAHABAT KBC Batch 3. Sebanyak 47 murid terpilih, atau sekitar 5% dari populasi madrasah, mengikuti survei secara serempak di ruang multimedia. Pelaksanaan ini menjadi bagian penting dalam mendukung pengumpulan data yang akurat mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah. Keterlibatan para murid sebagai responden diharapkan mampu memberikan gambaran nyata tentang pengalaman dan praktik pendidikan yang mereka rasakan, sehingga hasil survei tidak hanya menjadi data administratif, tetapi juga pijakan untuk memahami sejauh mana nilai-nilai cinta telah hadir dalam kehidupan pembelajaran sehari-hari. Selasa (20/10)

Survei ini bertujuan memperoleh data yang akurat sebagai dasar penguatan program dan penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Pelaksanaannya diawali dengan admin madrasah melakukan penarikan data dan generate akun responden, dilanjutkan dengan pembagian akun kepada guru dan murid yang terpilih. Selanjutnya, responden mengisi survei sesuai jadwal Batch 3 dengan memastikan setiap pertanyaan dijawab secara cermat dan seluruh jawaban berhasil terkirim hingga memperoleh bukti submission. Ketertiban dalam mengikuti setiap tahapan menjadi hal penting agar data yang dihimpun dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung evaluasi dan pengembangan implementasi KBC.

Bagi MTs Negeri 3 Banyumas, partisipasi dalam survei ini merupakan wujud komitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga menumbuhkan hati, membangun adab, dan menguatkan kepedulian. Sejalan dengan semangat Madrasah KEREN NG’TREN dan BERKAH LINGKUNGAN, Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan semakin nyata dalam interaksi guru dan murid, budaya saling menghargai, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Sebab, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari capaian akademik semata, tetapi juga dari tumbuhnya karakter, empati, dan perilaku baik dalam diri setiap murid. Melalui data yang akurat dan tindak lanjut yang tepat, madrasah terus berikhtiar menjadikan cinta bukan sekadar konsep dalam kurikulum, melainkan ruh yang menghidupkan seluruh proses pendidikan.

Humas MTs Negeri 3 Banyumas