KUA Wangon Gelar Gladi Bersih Latihan Ijab Qobul bagi Catin Warga Randegan
KUA Wangon Gelar Gladi Bersih Latihan Ijab Qobul bagi Catin Warga Randegan
Wangon – Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon terus berkomitmen memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya bagi calon pengantin (catin) yang akan melangsungkan pernikahan. Salah satu bentuk pelayanan tersebut diwujudkan melalui kegiatan gladi bersih latihan ijab qobul bagi calon pengantin warga Desa Randegan. Kegiatan ini bertujuan memberikan kesiapan mental dan pemahaman kepada catin sebelum menjalani prosesi akad nikah. Selasa (03/11)
Dalam kegiatan tersebut, calon pengantin mendapatkan bimbingan praktik pengucapan ijab qobul sesuai dengan ketentuan hukum Islam. Petugas memberikan arahan mengenai tata cara pelaksanaan akad nikah, mulai dari kesiapan calon suami, pemahaman lafaz qobul, hingga sikap dan ketenangan ketika prosesi berlangsung. Latihan dilakukan secara langsung agar catin lebih terbiasa dan tidak merasa gugup saat menghadapi akad nikah yang sesungguhnya.
Husein, Penghulu KUA Wangon, menyampaikan bahwa latihan ijab qobul merupakan bagian penting dari pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, calon pengantin perlu memahami makna dan tanggung jawab di balik akad nikah, bukan sekadar mampu mengucapkan lafaz ijab qobul dengan lancar. “Kami berharap melalui gladi bersih ini, calon pengantin lebih percaya diri, tenang, dan siap melaksanakan akad nikah. Ijab qobul bukan hanya rangkaian ucapan, tetapi merupakan ikrar suci untuk membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah,” ungkap Husein.
Sementara itu, calon pengantin warga Randegan menyampaikan rasa terima kasih atas pendampingan yang diberikan oleh KUA Wangon. “Dengan adanya latihan ini, kami merasa lebih siap dan tidak terlalu gugup menghadapi akad nikah. Kami juga menjadi lebih memahami tata cara ijab qobul serta tanggung jawab setelah resmi menjadi suami istri,” tuturnya.
Melalui kegiatan gladi bersih latihan ijab qobul ini, KUA Wangon berharap setiap calon pengantin dapat melaksanakan akad nikah dengan lancar, khidmat, dan penuh kesadaran. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata pelayanan prima KUA dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat, sehingga calon pengantin tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga siap secara mental, spiritual, dan bertanggung jawab dalam membangun kehidupan keluarga yang harmonis. (srf)
