Akselerasi Kinerja Awal Tahun, KUA Jatilawang Mantapkan Pengisian SKP Triwulan I

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Jatilawang – Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) intensif guna memacu produktivitas pegawai di awal tahun anggaran. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Balai Nikah KUA Jatilawang. Fokus utama dalam pembahasan kali ini adalah pemantapan serta percepatan penyelesaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) untuk periode Triwulan I tahun 2026. Senin (27/04)

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh seluruh elemen kekuatan KUA Jatilawang, mulai dari Penyuluh Agama Islam, Penghulu, hingga jajaran staf administrasi. Kehadiran seluruh personel ini menunjukkan komitmen kolektif dalam menjaga ritme kerja yang profesional dan akuntabel. Suasana rapat berlangsung dinamis dengan diskusi dua arah yang konstruktif terkait capaian kinerja masing-masing bidang.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Muhammad Taubah, selaku Penyuluh Agama KUA Jatilawang. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa SKP bukan sekadar gugur kewajiban administratif, melainkan potret nyata dedikasi pegawai dalam melayani masyarakat. Menurutnya, ketepatan waktu dalam pelaporan mencerminkan kedisiplinan instansi di bawah naungan Kementerian Agama.

"Kita memasuki penghujung April, yang artinya batas akhir pelaporan Triwulan I sudah di depan mata. Saya instruksikan kepada seluruh rekan-rekan, baik Penyuluh, Penghulu, maupun Staf, untuk segera merampungkan input data dan bukti dukung SKP dalam bulan ini juga. Jangan sampai ada pekerjaan yang menumpuk hingga melampaui tenggat waktu yang telah ditentukan," tegas Muhammad Taubah di hadapan peserta rapat.

Selain membahas aspek teknis pengisian SKP, rapat ini juga menjadi ajang evaluasi terhadap kendala-kendala lapangan yang dihadapi petugas selama tiga bulan pertama di tahun 2026. Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan setiap hambatan dapat dicarikan solusinya secara bersama-sama sehingga kualitas pelayanan di KUA Jatilawang tetap prima dan memenuhi standar operasional yang berlaku.

Pertemuan yang dimulai sejak pagi hari tersebut berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh kekeluargaan. Menutup rangkaian agenda, seluruh peserta melakukan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur sekaligus permohonan keberkahan agar segala tugas yang diamanahkan dapat dituntaskan dengan hasil yang maksimal demi kemaslahatan umat.