Antara Kepercayaan dan Realita : Selasa Manis Sebagai Naptu Nem
Oleh HUMAS
Banyumas - Pemandangan berbeda terlihat di Kantor Urusan Agama (KUA) Cilongok. Meski jam operasional berjalan seperti biasa, tidak ada satu pun pasangan yang menjadwalkan prosesi akad nikah di kantor tersebut. Fenomena ini disinyalir kuat berkaitan dengan kepercayaan masyarakat setempat terhadap perhitungan kalender Jawa. Selasa (14/04)
Dalam tradisi perhitungan Jawa, hari Selasa Manis memiliki nilai naptu nem atau berjumlah enam. Bagi sebagian besar masyarakat di wilayah Cilongok, hari tersebut masih dianggap memiliki aura yang kurang baik atau "berat" untuk melangsungkan hajatan besar, khususnya pernikahan.
Kepercayaan ini diwariskan secara turun-temurun dan tetap dipegang teguh oleh calon pengantin maupun pihak keluarga guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan.
Meskipun agenda akad nikah nihil, KUA Cilongok memastikan bahwa roda pelayanan publik tidak terhenti. Berdasarkan pantauan di lokasi, para petugas tetap bersiaga melayani kebutuhan administrasi warga. Layanan yang tetap berjalan normal meliputi:
-
Konsultasi keagamaan dan keluarga sakinah.
-
Pendaftaran nikah untuk tanggal-tanggal mendatang.
-
Legalitas dokumen dan layanan surat keterangan lainnya.
"Pelayanan di KUA Cilongok tetap berjalan normal. Berbagai layanan keagamaan dan administrasi tetap dibuka dan melayani masyarakat seperti biasa," tulis keterangan terkait kondisi di lapangan.
Kosongnya jadwal akad di hari Selasa Manis ini menjadi potret unik bagaimana nilai-nilai tradisi dan budaya lokal masih hidup berdampingan dengan sistem birokrasi modern. Di tengah perkembangan zaman, masyarakat Cilongok terbukti masih menaruh hormat pada kearifan lokal tanpa menghambat akses mereka terhadap pelayanan publik yang berkomitmen memberikan performa terbaik.
