Asah dan Tingkatkan Kualitas; Penyuluh KUA Wangon Biasakan Diskusi Materi Keagamaan

Oleh HUMAS
SHARE

Wangon - Dalam upaya terus meningkatkan kualitas penyuluhan agama, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Wangon, Muhammad Zainur Rakhman, membiasakan diskusi rutin materi keagamaan dengan sesama penyuluh. Kali ini, ia berdiskusi mendalam dengan Ahmad Qudrat Hidayat, Penyuluh Agama Islam berstatus P3K yang dikenal memiliki kapasitas keilmuan mumpuni. Kamis (11/06)

Ahmad Qudrat Hidayat memiliki pengalaman panjang menimba ilmu di berbagai pesantren ternama, mulai dari Cirebon hingga Jawa Timur. Kekayaan referensi dan kedalaman pemahaman keagamaannya menjadi referensi berharga dalam diskusi tersebut.

Muhammad Zainur Rakhman mengatakan, diskusi antar penyuluh seperti ini sangat penting dilakukan secara berkala. Menurutnya, penyuluh agama harus senantiasa saling belajar dan bertukar pengetahuan agar materi yang disampaikan kepada masyarakat semakin berkualitas dan bernas.

“Kita tidak boleh berhenti belajar. Dengan berdiskusi, kita bisa saling mengisi kekurangan, memperkaya referensi, dan memperdalam pemahaman materi. Tujuannya adalah agar penyuluhan yang kami sampaikan kepada jamaah lebih bermakna, sesuai tuntunan agama, serta mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Muhammad Zainur Rakhman.

Diskusi kali ini membahas berbagai tema keagamaan terkini, termasuk metode penyampaian dakwah yang efektif, pemahaman fikih muamalah, serta isu-isu kontemporer yang dihadapi masyarakat. Kedua penyuluh saling bertukar pandangan dan literatur, menciptakan suasana ilmiah yang kondusif.

Kepala KUA Wangon menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, kebiasaan berdiskusi antar penyuluh akan menjadi budaya positif yang dapat meningkatkan kompetensi seluruh tim penyuluh di wilayah KUA Wangon.

“Kegiatan seperti ini sejalan dengan semangat peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang keagamaan. Semakin baik pemahaman dan materi yang dimiliki penyuluh, semakin besar manfaat yang dirasakan masyarakat,” katanya.

Masyarakat Kecamatan Wangon pun diharapkan dapat merasakan dampak positif dari upaya ini melalui penyuluhan-penyuluhan yang lebih berkualitas, inspiratif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Inisiatif diskusi antar penyuluh ini diharapkan dapat terus dilakukan dan menjadi contoh bagi KUA di wilayah lain.