HUT RI #81

Bekali Catin Desa Pekuncen, KUA Jatilawang Kupas Tuntas Lima Prinsip Keluarga Sakinah

KUA JATILAWANG
KUA JATILAWANG
02 Nov 2026
12x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 02-11-2026 17:11
SHARE

 

Jatilawang — Membangun sebuah bangunan rumah tangga yang kokoh, harmonis, dan penuh keberkahan tentu memerlukan persiapan mental, emosional, serta pemahaman ilmu keagamaan yang matang. Kesadaran inilah yang mendorong Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang untuk terus menggencarkan program bimbingan pranikah bagi para calon pengantin di wilayah kerjanya. Senin (02/11)

Sebagai bagian dari komitmen pelayanan prima kepada masyarakat, KUA Jatilawang secara berkala menyelenggarakan program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi para pasangan yang berencana melangsungkan pernikahan. Program ini dirancang khusus untuk membekali calon pengantin agar siap menghadapi dinamika kehidupan berumah tangga kelak.

Pada kesempatan kali ini, sasaran bimbingan perkawinan ditujukan secara khusus bagi para calon pengantin asal Desa Pekuncen. Kegiatan edukasi pranikah ini mendapat sambutan yang sangat hangat dari para peserta yang hadir dengan penuh antusias.

Pelaksanaan bimbingan perkawinan di Desa Pekuncen tersebut diampu langsung oleh Rais Rudiansyah, seorang Penyuluh Agama Islam fungsional dari KUA Kecamatan Jatilawang. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, hangat, dan interaktif, beliau sukses mencairkan suasana sehingga para peserta merasa nyaman mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir.

Kehadiran penyuluh agama dalam bimbingan ini sangat krusial mengingat banyaknya tantangan modern yang kerap menguji keutuhan rumah tangga saat ini. Melalui pembekalan materi yang mendalam, para calon pengantin diajak untuk memahami hakikat pernikahan bukan sekadar ikatan lahiriah semata, tetapi juga ikatan suci yang bernilai ibadah.

Materi yang dibawakan dirancang agar mudah dicerna oleh pasangan muda, memadukan nilai-nilai normatif keagamaan dengan realitas kehidupan sosial sehari-hari dalam membina sebuah rumah tangga yang sakinah.

Puncak materi bimbingan perkawinan tersebut berfokus pada pemaparan mendalam mengenai Lima Prinsip Menuju Keluarga Maslahah Sakinah, Mawadah, wa Rahmah. Rais Rudiansyah menjelaskan kelima pilar utama tersebut dengan sangat gamblang dan terperinci kepada seluruh peserta yang hadir.

Prinsip pertama yang ditekankan adalah zawaj (pasangan suami istri sebagai mitra sejajar), diikuti dengan prinsip mitsaqan ghalidza (janji yang kokoh di hadapan Allah SWT). Selanjutnya, pemahaman mengenai mu'asyarah bil ma'ruf (saling memperlakukan pasangan dengan baik), musyawarah dalam mengambil keputusan keluarga, serta taradhin (saling keridaan antara suami dan istri).

Penjelasan yang disampaikan secara mendalam ini berhasil membuka wawasan para calon pengantin asal Desa Pekuncen. Mereka menyadari bahwa membangun keluarga yang ideal menuntut kesiapan mental untuk saling memahami, mengampuni, serta bekerja sama dalam suka maupun duka.

Seluruh rangkaian kegiatan bimbingan perkawinan ini berjalan dengan sangat lancar, tertib, dan penuh kekeluargaan tanpa ada kendala berarti. Para calon pengantin tampak aktif menyimak setiap bab materi serta tidak ragu untuk bertanya ketika ada hal-hal praktis rumah tangga yang belum mereka pahami.

Sebagai wujud apresiasi atas kehadiran dan kedisiplinan para peserta, panitia penyelenggara dari KUA Jatilawang memberikan bingkisan berupa snack kepada kedua calon pengantin seusai sesi materi selesai. Suasana keakraban semakin terasa hangat ketika acara ditutup dengan momen dokumentasi bersama.

Melalui kegiatan bimbingan perkawinan ini, KUA Jatilawang berharap para calon pengantin asal Desa Pekuncen kelak mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat, sehingga tercipta keluarga yang harmonis, sakinah, mawadah, warahmah, serta membawa maslahat bagi masyarakat luas.