Belajar dari Calon Dokter, PMR Madya Nahla MTs Negeri 3 Banyumas Awali Latihan Perdana dengan Semangat Kolaborasi dan Ilmu Kemanusiaan
Oleh MTSN3 Banyumas
Banyumas - Suasana berbeda terasa pada pelaksanaan latihan perdana Ekstrakurikuler PMR Madya Nahla MTs Negeri 3 Banyumas. Tidak sekadar menjadi awal dimulainya aktivitas ekstrakurikuler di tahun ajaran baru, pertemuan perdana ini menghadirkan pengalaman belajar yang istimewa melalui kolaborasi bersama Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) yang tengah melaksanakan pengabdian di Desa Silado. Sinergi antara dunia pendidikan menengah dan perguruan tinggi ini menjadi ruang inspiratif bagi murid untuk mengenal ilmu kesehatan secara lebih dekat melalui pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Jumat (24/07)
Kegiatan dipandu oleh Pembina Utama PMR Madya Nahla MTs Negeri 3 Banyumas bersama Tim KKN UNSOED. Salah satu mahasiswa yang berasal dari Fakultas Kedokteran mendapat kesempatan berbagi wawasan kepada anggota PMR mengenai anatomi dasar tubuh manusia, fungsi setiap anggota tubuh, serta berbagai keistimewaan yang dimiliki tubuh sebagai anugerah Allah SWT. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana, disertai ilustrasi dan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga mudah dipahami oleh para murid.
Antusiasme anggota PMR Madya Nahla terlihat sejak awal kegiatan. Para murid mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian, aktif menjawab pertanyaan, serta tidak ragu mengajukan berbagai pertanyaan seputar cara kerja organ tubuh, pentingnya menjaga kesehatan, hingga langkah-langkah sederhana dalam merawat tubuh agar tetap berfungsi secara optimal. Suasana kelas yang komunikatif menjadikan proses berbagi ilmu berlangsung hidup dan membangun rasa ingin tahu para murid terhadap dunia kesehatan dan kemanusiaan.
Kolaborasi bersama Tim KKN UNSOED menjadi nilai tambah dalam pembinaan ekstrakurikuler PMR tahun ini. Kehadiran mahasiswa, khususnya dari Fakultas Kedokteran, memberikan perspektif baru kepada murid bahwa menjadi relawan kemanusiaan tidak hanya membutuhkan kepedulian sosial, tetapi juga bekal pengetahuan yang memadai. Melalui kegiatan ini, anggota PMR diajak memahami bahwa setiap tindakan pertolongan pertama harus diawali dengan pemahaman terhadap tubuh manusia, sehingga bantuan yang diberikan dapat dilakukan secara tepat, aman, dan bertanggung jawab.
Latihan perdana ini menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi perjalanan PMR Madya Nahla MTs Negeri 3 Banyumas dalam mencetak generasi muda yang tangguh, peduli, dan berjiwa kemanusiaan. Semangat kolaborasi antara madrasah dan perguruan tinggi membuktikan bahwa pendidikan terbaik lahir dari kebersamaan berbagai pihak yang saling berbagi ilmu dan pengalaman. Diharapkan, kegiatan serupa terus berlanjut sebagai bagian dari penguatan kompetensi anggota PMR sehingga mereka tidak hanya siap menjadi pelopor hidup sehat di lingkungan madrasah, tetapi juga tumbuh sebagai generasi yang memiliki empati, keterampilan, dan kepedulian tinggi terhadap sesama.(HumasMTsN3).
