HUT RI #81

Bimluh Majelis Taklim RT 04 RW 05 Wangon Dapat Antusiasme Warga

K
KUA Wangon
19 Okt 2026
12x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 19-10-2026 16:13
SHARE

Wangon – Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, Sarif, melaksanakan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) pada Majelis Taklim warga RT 04 RW 05 yang diselenggarakan secara rutin setiap bulan, tepatnya pada minggu ketiga. Dalam kegiatan tersebut, Sarif menyampaikan materi tentang fungsi Kantor Urusan Agama (KUA) serta tugas-tugas Penyuluh Agama Islam. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mendekatkan layanan KUA kepada masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman warga mengenai peran KUA dalam pelayanan keagamaan. Senin (19/10)

Dalam penyampaiannya, Sarif menjelaskan bahwa KUA tidak hanya memberikan pelayanan pencatatan pernikahan, tetapi juga melaksanakan berbagai layanan keagamaan, seperti bimbingan keluarga sakinah, konsultasi keagamaan, pembinaan kemasjidan, serta pelayanan terkait zakat dan wakaf sesuai ketentuan. Sementara itu, Penyuluh Agama Islam bertugas memberikan bimbingan, penyuluhan, dan edukasi keagamaan kepada masyarakat agar nilai-nilai agama dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sarif menyampaikan bahwa masyarakat perlu mengenal fungsi KUA dan tugas penyuluh agar dapat memanfaatkan layanan yang tersedia secara tepat. “Melalui majelis taklim ini, kami ingin lebih mendekatkan KUA kepada masyarakat. Kami berharap warga memahami bahwa KUA hadir bukan hanya untuk urusan pernikahan, tetapi juga memberikan bimbingan dan pelayanan keagamaan. Penyuluh pun siap menjadi mitra masyarakat dalam belajar dan berkonsultasi mengenai persoalan keagamaan,” ungkap Sarif.

Penyampaian materi mendapat sambutan antusias dari warga RT 04 RW 05. Hal tersebut terlihat dari partisipasi peserta yang menyimak penjelasan dan mengajukan berbagai pertanyaan dalam sesi tanya jawab. Warga menilai kegiatan ini bermanfaat karena memberikan kesempatan untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai layanan KUA dan peran Penyuluh Agama Islam. “Kami senang mendapatkan penjelasan langsung sehingga lebih memahami fungsi KUA dan tugas penyuluh. Semoga kegiatan seperti ini terus berjalan rutin agar wawasan keagamaan dan pengetahuan kami semakin bertambah,” ungkap salah seorang warga.

Melalui kegiatan Bimluh yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan ini, KUA Wangon berharap hubungan antara penyuluh dan masyarakat semakin erat. Majelis taklim tidak hanya menjadi tempat menambah ilmu agama, tetapi juga ruang komunikasi, konsultasi, dan penyampaian informasi yang bermanfaat bagi warga. Dengan partisipasi aktif masyarakat dan pendampingan berkelanjutan dari penyuluh, diharapkan tumbuh masyarakat yang semakin memahami layanan keagamaan, memperkuat kerukunan, dan mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.(srf)