Merajut Sakinah dengan Musyawarah, KUA Jatilawang Bekali Catin Hadapi Dinamika Rumah Tangga
Jatilawang - Bahtera rumah tangga membutuhkan ilmu, komitmen, dan komunikasi yang terjaga. Pesan inilah yang disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang, Dedy Purwanto, saat memberikan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) mandiri kepada pasangan calon pengantin, Rohman Abdul Aziz dari Desa Tunjung, Kecamatan Jatilawang, dan Sri Mulia Ningsih dari Sumatera Selatan. Senin (19/10)
Dalam kegiatan tersebut, Dedy menekankan pentingnya menerapkan prinsip musyawarah dalam berinteraksi antara suami dan istri. Menurutnya, musyawarah merupakan salah satu pilar penting dalam membangun keluarga sakinah karena membantu pasangan menyelesaikan persoalan melalui komunikasi, saling mendengarkan, dan mencari kesepakatan bersama.
Dedy menjelaskan bahwa kehidupan rumah tangga memiliki dinamika tersendiri. Salah satunya ketika pekerjaan membawa konsekuensi berupa jarak fisik antara suami dan istri. Kondisi semacam ini perlu disikapi dengan komunikasi terbuka dan musyawarah agar kedua pihak tetap dapat menjaga kepercayaan, memahami keadaan masing-masing, serta mengambil keputusan bersama.
Pasangan suami istri, lanjutnya, hendaknya tidak membiarkan jarak dan kesibukan menjadi penghalang dalam membangun kedekatan emosional. Diskusi mengenai pekerjaan, pembagian tanggung jawab, kebutuhan keluarga, dan rencana masa depan perlu dilakukan secara berkelanjutan demi menjaga keharmonisan rumah tangga.
Bimbingan Perkawinan ini berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan. Melalui pendekatan dialogis, calon pengantin mendapatkan bekal pengetahuan untuk menghadapi kehidupan setelah akad nikah. Bimwin mandiri tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah melalui KUA dalam membekali calon pengantin agar lebih siap membangun keluarga yang harmonis dan bertanggung jawab.
Selain memperoleh materi bimbingan dan sertifikat, pasangan calon pengantin juga mendapatkan cendera mata berupa makanan ringan (snack) dari KUA Jatilawang sebagai bentuk perhatian dan penyambutan yang hangat.
Melalui kegiatan ini, Dedy berharap calon pengantin mampu menjadikan musyawarah sebagai kebiasaan dalam kehidupan berumah tangga. Dengan ilmu yang terus ditingkatkan, komunikasi yang terpelihara, serta kesediaan untuk saling memahami, pasangan diharapkan dapat menapaki perjalanan pernikahan menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. (dy)
