HUT RI #81

Bukan Sekadar Dongeng Indah, Cara Penyuluh KUA Wangon Beberkan Sumber Konflik Ini Bikin Calon Pengantin Terperangah

P
Pokjaluh
03 Nov 2026
20x dibaca
Diubah oleh yudi pada 03-11-2026 09:14
SHARE

Banyumas - Mengangkat tema pengkelolaan konflik keluarga, kegiatan Bimbingan Perkawinan tidak lagi menjual bayangan pernikahan yang selalu indah bak di negeri dongeng. KUA Wangon justru memilih pendekatan berani dengan mengupas tuntas realita kehidupan berumah tangga serta membedah akar penyebab perselisihan yang kerap mengintai setelah hari pernikahan. Selasa (03/11)

Penyampaian materi yang tajam namun edukatif tersebut dibawakan langsung oleh Joharulloh, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon. Dibanding sekadar menyampaikan teori umum, ia mengajak para peserta membedah berbagai sumber utama konflik rumah tangga, mulai dari masalah komunikasi yang tersumbat, campur tangan pihak luar, perbedaan cara mengelola keuangan, hingga ego serta ekspektasi yang tak realistis. Pembahasan yang dibuka secara jujur ini sukses membuat para calon pengantin terperangah menyadari besarnya tanggung jawab yang akan mereka pikul.

Di tengah sesi pemaparan, Joharulloh menegaskan bahwa mengenali pemicu masalah sejak awal adalah kunci utama untuk membentengi keutuhan rumah tangga. "Pernikahan itu bukan sekadar dongeng indah tanpa kerikil, melainkan penyatuan dua pribadi berbeda yang pasti akan berhadapan dengan perbedaan sudut pandang. Kami ingin para calon pengantin paham bahwa sumber konflik bukan untuk dihindari atau ditakuti, melainkan untuk dikenali akar masalahnya dan diselesaikan bersama dengan kepala dingin," tegas Joharulloh di hadapan para peserta.

Penjelasan yang realistis dan mendalam tersebut memberikan kesan yang sangat kuat bagi para calon pengantin yang hadir. Mevah, salah satu peserta Bimwin yang membagikan pengalamannya, mengaku sangat terkejut sekaligus terbuka matanya setelah menyimak pemaparan materi tersebut. "Jujur saya terperangah karena awalnya mengira nikah itu cuma membayangkan hal-hal manis saja. Setelah mendapat penataan materi dari Pak Joharulloh, saya dan pasangan jadi sadar betapa krusialnya memahami sumber-sumber konflik ini agar kami tidak kaget dan bisa saling menurunkan ego saat ada masalah nanti," ungkap Mevah.

Melalui pembekalan yang jujur dan solutif ini, KUA Wangon membuktikan komitmennya dalam mencetak pasangan suami istri yang siap secara mental dan spiritual. Joharulloh berharap pemahaman komprehensif mengenai peta konflik keluarga ini dapat menjadi benteng kokoh bagi para calon pengantin di Kecamatan Wangon. Dengan kesiapan yang matang sejak sebelum akad, setiap pasangan diharapkan mampu melewati berbagai ujian rumah tangga dan mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. (jhr/tum)