Dampingi Kelas Privat Baca Al-Quran, Penyuluh Tanamkan Semangat Mengaji Sepanjang Hayat
Wangon – Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, Sarifudin, melaksanakan pendampingan kelas privat baca Al-Qur’an sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an di tengah masyarakat. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran keagamaan secara personal dengan pendekatan yang lebih intensif, sehingga santri dapat belajar sesuai kemampuan dan perkembangan masing-masing. Rabu (04/11)
Dalam pendampingan tersebut, Sarifudin memberikan motivasi agar semangat membaca Al-Qur’an tidak pernah surut, sekalipun harus mengaji seorang diri tanpa teman belajar. Menurutnya, keterbatasan teman mengaji bukan alasan untuk berhenti bertadarus. Justru kesempatan untuk membaca Al-Qur’an secara mandiri harus dimanfaatkan sebagai bagian dari ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sarifudin menyampaikan bahwa Al-Qur’an merupakan sahabat sejati bagi setiap muslim, bukan hanya ketika hidup di dunia, tetapi juga menjadi bekal kebaikan untuk kehidupan akhirat. “Jangan menunggu ada teman untuk mulai mengaji. Walaupun sendiri, tetaplah membaca Al-Qur’an. Teman sejati yang akan menemani kita hingga ke alam kubur adalah Al-Qur’an, yang kita baca, pahami, dan amalkan selama hidup di dunia,” ungkap Sarifudin memberikan motivasi.
Santri kelas privat mengaku merasa senang dan termotivasi dengan pendampingan tersebut. Ia menyampaikan bahwa belajar membaca Al-Qur’an secara privat memberikan kesempatan untuk lebih fokus memperbaiki bacaan, mengenal tajwid, serta meningkatkan kepercayaan diri. “Saya semakin bersemangat untuk terus belajar dan membaca Al-Qur’an meskipun terkadang mengaji sendirian. Ternyata tidak harus menunggu teman untuk bisa istiqamah mengaji,” tuturnya.
Melalui kelas privat baca Al-Qur’an ini, KUA Wangon terus berupaya menghadirkan layanan bimbingan keagamaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Pendampingan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan budaya literasi Al-Qur’an, membangun kebiasaan tadarus, serta melahirkan generasi muslim yang mencintai Al-Qur’an. Sebab, sebaik-baik bekal kehidupan bukanlah banyaknya harta, melainkan amal saleh dan kedekatan seorang hamba dengan kitab suci Al-Qur’an. (srf)
