Harmoni Budaya dan Doa: Penyuluh Hadiri Tasyakuran Sura di Rumah Warga

Oleh KUA Wangon
SHARE

Banyumas - Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan tasyakuran bulan Sura yang digelar di kediaman Lastri, warga Desa Cikakak, Kecamatan Wangon. Acara tersebut dihadiri keluarga dan tetangga dengan rangkaian doa bersama yang dipimpin oleh Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, Joharulloh. Sebagai bagian dari tradisi, warga juga menyajikan tumpeng Sura yang menjadi simbol rasa syukur atas nikmat dan perlindungan Allah SWT. Kasmis (09/07)

Dalam tausiyah singkatnya, Joharulloh mengajak masyarakat untuk memaknai bulan Sura sebagai momentum memperkuat keimanan, memperbanyak doa, dan mempererat tali silaturahmi. Ia menegaskan bahwa tradisi yang berkembang di masyarakat dapat terus dilestarikan selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam serta diisi dengan nilai-nilai ibadah dan rasa syukur kepada Allah SWT.

"Tasyakuran seperti ini menjadi sarana memperkuat ukhuwah dan mengingatkan kita bahwa setiap nikmat berasal dari Allah SWT. Tradisi menyajikan tumpeng Sura hendaknya dimaknai sebagai ungkapan syukur, bukan sebagai keyakinan yang bertentangan dengan syariat. Ketika budaya diisi dengan doa, sedekah, dan silaturahmi, maka budaya tersebut dapat menjadi media dakwah yang membawa keberkahan," ujar Joharulloh.

Lastri selaku tuan rumah mengaku bersyukur karena kegiatan tasyakuran dapat terlaksana dengan lancar dan dihadiri oleh warga sekitar. "Alhamdulillah, kami sekeluarga merasa bahagia dapat berkumpul bersama tetangga dan saudara dalam suasana penuh doa. Kehadiran Bapak Penyuluh Agama memberikan nasihat yang menyejukkan sehingga tradisi yang kami laksanakan semakin memiliki makna sebagai wujud syukur kepada Allah SWT" ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, semangat kebersamaan antara nilai budaya lokal dan ajaran Islam kembali terjalin dengan harmonis di tengah masyarakat Desa Cikakak. KUA Kecamatan Wangon melalui para penyuluh agama terus mendorong agar tradisi-tradisi yang hidup di masyarakat menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta menumbuhkan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari.(jhr)