Penyuluh KUA Beri Penyuluhan Pencegahan Stunting kepada Ibu-Ibu PKK di Desa Beji

Oleh KUA Kedungbanteng
SHARE

Kedungbanteng – Penyuluh Agama Islam KUA Kedungbanteng, Rifqoh, melaksanakan kegiatan penyuluhan mengenai pencegahan stunting kepada ibu-ibu PKK yang bertempat di Desa Beji, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sinergi antara penyuluh agama dan pemerintah desa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Kamis (09/07)

Penyuluhan diikuti oleh perwakilan ibu-ibu PKK dari empat desa di wilayah Kecamatan Kedungbanteng. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias melalui penyampaian materi, diskusi, serta sesi tanya jawab mengenai peran keluarga dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Dalam materinya, Rifqoh menjelaskan bahwa pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga memerlukan perhatian terhadap pola asuh, kebersihan lingkungan, kesehatan ibu hamil, serta pembentukan keluarga yang harmonis. Dari perspektif agama, menjaga kesehatan ibu dan anak merupakan bagian dari ikhtiar untuk mewujudkan keturunan yang kuat, sehat, dan berkualitas sebagaimana diajarkan dalam Islam.

Selain itu, peserta diajak untuk berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan anak. Melalui peran PKK sebagai mitra pemerintah di tingkat desa, diharapkan informasi yang diperoleh dapat diteruskan kepada keluarga-keluarga di lingkungan masing-masing sehingga upaya percepatan penurunan angka stunting dapat berjalan lebih optimal.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan interaktif. Para peserta menyampaikan berbagai pertanyaan serta berbagi pengalaman mengenai tantangan yang dihadapi dalam mendampingi tumbuh kembang anak di lingkungan masing-masing. Penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting melalui kolaborasi antara keluarga, pemerintah, tenaga kesehatan, dan penyuluh agama.