Merajut Dua Hati, Menanam Seribu Harapan

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Jatilawang - Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, tetapi juga menjalin ikatan antara dua keluarga yang akan bersama-sama membangun masa depan. Pesan tersebut menjadi inti dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang, Dedy Purwanto, kepada pasangan calon pengantin Takhsis Amrullah dan Dela Erviana dari Desa Tinggarjaya. Kamis (09/07)

Kegiatan yang dilaksanakan di KUA Jatilawang ini bertujuan membekali calon pengantin dengan pengetahuan dan keterampilan dalam membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Dalam penyampaiannya, Dedy Purwanto menekankan bahwa keberhasilan sebuah pernikahan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan acara akad dan resepsi, tetapi juga oleh kesiapan ilmu, mental, ekonomi, serta komitmen untuk saling memahami dan bekerja sama.

Selain membahas pentingnya komunikasi dan keharmonisan keluarga, materi bimbingan juga mengangkat pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga sejak dini. Calon pengantin diajak memahami bahwa persiapan menjadi orang tua dimulai bahkan sebelum kehamilan, dengan menjaga kesehatan, memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang, serta mempersiapkan lingkungan keluarga yang sehat dan penuh kasih sayang.

Penyuluh menjelaskan bahwa perhatian terhadap gizi harus dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari masa kehamilan, proses kelahiran, hingga masa pertumbuhan anak sebagai balita. Upaya tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas serta mendukung pencegahan stunting.

Lebih lanjut, Dedy Purwanto mengingatkan bahwa membangun keluarga harmonis memerlukan ilmu yang terus dipelajari. Oleh karena itu, calon pengantin diharapkan tidak berhenti belajar setelah menikah, tetapi terus meningkatkan pengetahuan mengenai kehidupan rumah tangga, pengasuhan anak, kesehatan keluarga, dan nilai-nilai keagamaan sebagai bekal menjalani kehidupan bersama.

Melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan ini, KUA Jatilawang terus berkomitmen menghadirkan pembinaan pranikah yang komprehensif. Harapannya, setiap pasangan yang memasuki gerbang pernikahan memiliki kesiapan lahir dan batin, sehingga mampu mewujudkan keluarga yang kokoh, harmonis, dan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang unggul. (dy)