IKM Bagi GPAI SMA/SMK adalah Keniscayaan
Oleh Dudiyono
Purwokerto: Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) SMA dan SMK menggerar Sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di D’Garden Resto Purwokerto. Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) SMA dan SMK se Kabupaten Banyumas. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kemenag Banyumas, Kasi PAI, Para Pengawas PAI, Pengurus MGMP dan GPAI SMA dan SMK Kabupaten Banyumas, Senin (08/08)
Aziz Muslim, selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas dalam sambutannya menyampaikan, “bahwa Bapak/Ibu GPAI SMA dan SMK harus bisa mengikuti gerak langkah apa yang dilakukan oleh kebijakan kebijakan pemerintah sehingga kita tidak gaptek. Salah satu misi penting dari guru PAI adalah bagaimana menanamkan akidah yang kuat.
“Misi yang kedua adalah bagaimana pendidikan itu dengan kasih sayang, termasuk bagaimana Implementasi Kurikulum Merdeka mengapresiasi potensi anak didik kita. Selama ini kita hanya mengapresiasi potensi akademik saja, padahal anak memiliki potensi yang multi yang luar biasa, ada potensi emosional, potensi spiritual, skill dan lain sebagainya.”
Masih menurut Aziz, “Bapak ibu mengemban amanah bagaimana manyampaikan aspek koghnitif efektif dan psikomotorif. Bapak dan ibu guru harus mampu menanamkan kepada anak didik kita cara pandang yang moderat”, pungkasnya.
Sementara di tempat yang sama, Siti Nur Hidayati selaku narasumber kegiatan tersebut menyampaikan, “bahwa IKM mnjadi keniscayaan yang mesti segera direspons oleh setiap Guru terutama Guru PAI SMA dan SMK. Selain itu Kurikulum Merdeka menjadi tantangan agar Guru semakin ditantang untuk selalu melakukan praktik baik dalam mnjalankan tugasnya serta melakukan lompatan-lompatan untuk transmormasi digital.”
Menurutnya, “Kurikulum Merdeka lebih relevan dan interaktif. Pembelajaran dilakukan melalui berbagai kegiatan berbasis proyek di dalam kelas. Dengan demikian, peserta didik akan mendapatkan keterampilan yang dibutuhkan saat lulus sekolah, seperti bekerja dalam kelompok dan menghasilkan suatu karya.” pungkasnya.
Jamalusurur selaku Ketua MGMP PAI SMK yang mewakili sambutan atas nama MGMP PAI SMA dan SMK mengucapan terima kasih dan apresiasi atas semangat kehadirannya peserta, baik dari SMA ataupun SMK. Guru PAI harus mengupdate diri baik dari segi metodologi maupun materi.
“Ada yang berpendapat bahwa metode itu lebih penting dari pada materi , tapi di sisi lain ada yang berpendapat ateri itu lebih penting dari metoda. Oleh karena itu menurut saya ke dua duanya sama - sama penting. Metode segudang tapi materinya minim maka siswa akan jadi miskin materi dan sebaliknya materi cukup tapi tidak didukung metode maka kurang maksimal dan siswa cenderung bosan.” Ungkapnya.
Kasi PAI Agus Setiawan, S.Sos menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan tuntutan yang harus diikuti oleh semua guru PAI agar mempunyai pedoman dalam mengajar PAI kepada siswa. “Harapannya semua bisa paham, arah kebijakan dan pedoman – pedoman yang tercantum dalam IKM saat memberikan materi, sehingga terarah bisa tercapai dengan baik.” Pungkasnya. (DU)
