Indikator Kesempurnaan Iman Adalah Menunaikan Amanah, Intisari Pengajian di Masjid Baiturrohman
Jatilawang – Seragam boleh menjadi kebanggaan, jabatan boleh menghadirkan kehormatan, tetapi keduanya tetap menyimpan amanah yang kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Pesan inilah yang disampaikan Muhammad Taubah, Penyuluh Agama KUA Jatilawang, saat melaksanakan Bimbingan Penyuluhan (Bimluh) di Majelis Taklim (MT) Baitur Rohman melalui materi “Di Balik Seragam dan Jabatan, Ada Amanah yang Kelak Dipertanggungjawabkan.” Selasa, (03/11)
Dalam penyampaiannya, Muhammad Taubah mengajak jamaah memahami bahwa setiap kedudukan, profesi, dan tanggung jawab bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan titipan yang harus dijalankan dengan kejujuran, keadilan, dan keikhlasan. Semakin besar tanggung jawab yang diemban, semakin besar pula kewajiban untuk menjaga kepercayaan.
Ia menegaskan bahwa kemuliaan seseorang tidak diukur dari seragam yang dikenakan atau jabatan yang disandang, melainkan dari kesungguhan menunaikan amanah dan manfaat yang diberikan kepada sesama. Karena itu, setiap pekerjaan hendaknya menjadi ladang pengabdian, bukan ruang untuk menyalahgunakan kewenangan.
Melalui bimbingan tersebut, jamaah diajak menjadikan nilai amanah sebagai pedoman dalam kehidupan keluarga, pekerjaan, maupun bermasyarakat. Sebab, jabatan pada akhirnya akan berakhir, seragam suatu saat akan dilepaskan, tetapi pertanggungjawaban atas setiap amanah tidak pernah terhapus.
Sebab, kehormatan sejati bukan terletak pada apa yang melekat di tubuh, melainkan pada kebaikan yang tumbuh dari hati dan tanggung jawab yang ditunaikan dengan sepenuh jiwa.
