Kajian Tematik Surat Al-Hujurat Ayat 12 Perkuat Persaudaraan
Purwokerto – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Purwokerto Barat, Iswanto, menyampaikan kajian tematik tentang kandungan Surat Al-Hujurat ayat 12 dalam kegiatan Simakan Qur’an rutin Ahad pagi Juz 26 di Majelis Simakan Qur’an Al Husaini, Masjid Baitul Muttaqin, Rejasari, Minggu (01/11).
Kegiatan diawali dengan pembacaan Nadlom Asmaul Husna, dilanjutkan dengan Simakan Qur’an Juz 26 yang diikuti oleh segenap jama'ah Masjid Baitul Muttaqin dan warga sekitar. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan suasana kebersamaan.
Dalam kajian tematiknya, Iswanto mengajak jama'ah untuk memahami dan mengamalkan pesan moral yang terkandung dalam Surat Al-Hujurat ayat 12. Ayat tersebut memberikan peringatan kepada umat Islam agar menjauhi prasangka buruk (su’udzon), tidak mencari-cari kesalahan orang lain (tajassus), serta tidak menggunjing atau membicarakan keburukan sesama (ghibah).
Iswanto menjelaskan bahwa ketiga perilaku tersebut merupakan hal yang harus dihindari karena dapat merusak hubungan persaudaraan, menimbulkan perselisihan, serta mengikis rasa saling percaya di tengah kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, seorang muslim hendaknya senantiasa menjaga hati, lisan, dan perilakunya. Tidak mudah berprasangka terhadap orang lain, tidak sibuk mencari kekurangan sesama, serta membiasakan diri untuk melihat kebaikan orang lain merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kajian tersebut, jamaah diajak untuk menjadikan Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi juga sebagai pedoman dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, saling menghormati, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Kegiatan Simakan Qur’an rutin Ahad pagi ini menjadi salah satu ikhtiar untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus memperdalam pemahaman terhadap pesan-pesan yang terkandung di dalamnya.
Diharapkan, melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin ini, semangat membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an semakin tumbuh di tengah masyarakat, sehingga nilai-nilai Al-Qur’an dapat tercermin dalam kehidupan sehari-hari. (is/tum)
