Penyuluh KUA Jatilawang Jadi Juri Lomba Hapalan Asmaul Husna di Kompi B Surya Kusuma
Jatilawang — Lantunan Asmaul Husna bukan sekadar rangkaian nama indah Allah SWT, melainkan untaian doa yang menenteramkan jiwa dan mendekatkan hati kepada Sang Pencipta. Nuansa religius tersebut mewarnai lomba bacaan Asmaul Husna bagi ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana di Kompi B Surya Kusuma, dengan Muhammad Taubah, Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang, dipercaya menjadi salah satu juri. Senin (02/11)
Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Taubah menjalankan tugas penilaian dengan memperhatikan ketepatan pelafalan, kelancaran bacaan, kefasihan, serta penghayatan peserta dalam melantunkan nama-nama Allah SWT. Penilaian dilakukan secara objektif agar mampu mencerminkan kualitas bacaan sekaligus kesungguhan peserta dalam mengikuti perlombaan.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi ibu-ibu Persit untuk mengembangkan kemampuan membaca Asmaul Husna sekaligus memperkuat kecintaan kepada Allah SWT. Lebih dari sekadar kompetisi, lantunan nama-nama-Nya menghadirkan pesan tentang keagungan, kasih sayang, dan kebesaran Allah yang semestinya tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Keterlibatan Muhammad Taubah sebagai juri juga mencerminkan peran Penyuluh Agama Islam dalam mendukung kegiatan keagamaan di tengah masyarakat, termasuk lingkungan keluarga besar TNI. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kehidupan religius yang sejuk, mempererat silaturahmi, dan merawat nilai-nilai spiritual dalam keluarga.
Sebab, keindahan Asmaul Husna tidak berhenti pada merdunya suara yang melantunkannya. Keindahan sejatinya tumbuh ketika nama-nama Allah yang disebut oleh lisan menjelma menjadi kelembutan hati, ketulusan pengabdian, dan kebaikan yang dirasakan sesama.
