HUT RI #81

Konsultasi Khusus Calon Pengantin Bujangan dan Janda

KUA JATILAWANG
KUA JATILAWANG
02 Nov 2026
50x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 03-11-2026 10:28
SHARE

Jatilawang — Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan ketahanan keluarga yang kokoh melalui bimbingan pranikah. Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Jatilawang, Ahmad Muttaqin, melaksanakan sesi konsultasi perorangan kepada calon pengantin (catin) dengan latar belakang status yang berbeda. Senin (02/11)

Pasangan calon pengantin tersebut terdiri dari seorang calon suami berstatus bujangan dan calon istri berstatus janda. Konsultasi intensif ini digelar di ruang pelayanan KUA Jatilawang guna memastikan kesiapan mental, psikologis, dan spiritual kedua calon mempelai sebelum mengarungi rumah tangga.

Dalam arahannya, Ahmad Muttaqin menyampaikan bahwa perbedaan status bukan halangan untuk membangun keluarga yang harmonis, asalkan dilandasi dengan komunikasi yang terbuka, saling menghargai, serta penyesuaian diri yang matang.

"Bisakah menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah? Jawabannya tentu saja bisa. Pernikahan yang bahagia tidak ditentukan oleh kesamaan status masa lalu, melainkan bagaimana kedua belah pihak membangun komitmen bersama di masa depan. Yang bujangan harus belajar memahami dinamika pasangannya, dan yang pernah menikah harus mampu merajut lembaran baru dengan penuh ketulusan serta meninggalkan bayang-bayang masa lalu," ungkap Ahmad Muttaqin saat diwawancarai usai sesi konsultasi.

Beliau juga menambahkan beberapa poin penting yang ditekankan selama sesi konseling perorangan hari ini, antara lain:

  • Manajemen Ekspektasi: Menyamakan persepsi mengenai peran suami istri dalam keluarga baru.

  • Komunikasi Efektif: Keterbukaan dalam merespons perbedaan pengalaman hidup agar tidak menjadi sumber konflik.

  • Kesiapan Mental & Spiritual: Memperkuat fondasi agama dan kedewasaan emosional dalam menghadapi berbagai ujian rumah tangga kelak.

Konsultasi yang berlangsung hangat dan interaktif ini diakhiri dengan doa bersama serta penyerahan panduan literasi keluarga sakinah. Melalui pendampingan intensif seperti ini, KUA Jatilawang berharap setiap pasangan yang melangsungkan pernikahan memiliki bekal yang cukup untuk mewujudkan keluarga yang bahagia, langgeng, dan diridhai Allah SWT.