KUA Wangon Gelar Kultum Perdana Ba'da Dhuhur

Oleh KUA Wangon
SHARE

Banyumas – Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon menggelar kuliah tujuh menit (kultum) ba'da dhuhur yang diikuti oleh seluruh pegawai di mushola Al Fairuz. Kegiatan ini menjadi agenda rutin baru yang diinisiasi guna menambah wawasan keagamaan sekaligus mempererat kebersamaan spiritual di antara pegawai KUA Wangon, khususnya usai menunaikan ibadah salat dhuhur berjamaah. Snenin (03/08)

Pada kesempatan kali ini, penyuluh agama Islam Masjo dipercaya untuk mengisi kultum perdana dengan mengangkat tema implementasi nilai tawassuth dalam bekerja. Tema tersebut dipilih sebagai bentuk penguatan nilai-nilai moderasi beragama yang selama ini menjadi salah satu fokus utama Kementerian Agama, termasuk dalam konteks pelayanan publik sehari-hari di lingkungan KUA.

Dalam penyampaiannya, Masjo menjelaskan bahwa tawassuth atau sikap moderat bukan hanya relevan dalam konteks beragama, melainkan juga sangat penting diterapkan dalam etos kerja sehari-hari. Ia menekankan bahwa sikap pertengahan, adil, dan tidak berlebihan dalam mengambil keputusan akan membawa dampak positif bagi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Tawassuth mengajarkan kita untuk bersikap seimbang, tidak ekstrem dalam menyikapi berbagai persoalan, termasuk dalam pekerjaan. Ketika melayani masyarakat, kita dituntut untuk tetap tegas terhadap aturan, namun juga fleksibel dan bijaksana dalam menghadapi berbagai situasi. Inilah esensi tawassuth yang perlu kita hadirkan dalam setiap tugas kita," jelas Masjo di hadapan jamaah kultum.

Masjo juga mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan nilai tawassuth sebagai pedoman dalam berinteraksi, baik antar sesama pegawai maupun dengan masyarakat yang dilayani. Menurutnya, sikap moderat akan mencegah munculnya konflik yang tidak perlu serta menciptakan suasana kerja yang harmonis dan kondusif.

Kegiatan kultum ba'da dhuhur ini rencananya akan terus dilaksanakan secara rutin dengan tema dan pengisi yang berbeda setiap pekannya. Melalui kegiatan ini, KUA Wangon berharap dapat terus menumbuhkan nuansa religius sekaligus memperkuat penerapan nilai-nilai moderasi beragama dalam keseharian kerja para pegawainya. (jhr)