Lima Bentuk Korupsi yang Perlu Diwaspadai
BANYUMAS – keluarga besar MTs Negeri 3 Banyumas kembali mengawali aktivitas dengan doa pagi bersama Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di ruang guru. Kegiatan rutin ini menjadi ikhtiar bersama untuk menumbuhkan ketenangan hati, memperkuat semangat pengabdian, serta mempersiapkan diri dalam menjalankan amanah pendidikan. Istimewanya, doa pagi kali ini dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai pencegahan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) bagi ASN MTs Negeri 3 Banyumas yang disampaikan langsung oleh Kepala Madrasah, Sudir. Senin (26/10)
Dalam arahannya, H. Sudir mengingatkan bahwa perilaku koruptif tidak selalu berkaitan dengan uang dalam jumlah besar. Pelanggaran integritas dapat bermula dari kebiasaan kecil yang dianggap biasa, tetapi sesungguhnya mencerminkan ketidakjujuran dan pengabaian terhadap tanggung jawab. Oleh karena itu, seluruh ASN perlu membangun kewaspadaan, menjaga komitmen moral, serta membiasakan diri bekerja secara jujur, disiplin, profesional, dan bertanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas.
Ada lima hal yang secara khusus ditekankan untuk diwaspadai oleh seluruh GTK. Pertama, korupsi waktu, yakni tidak menggunakan waktu kerja sebagaimana mestinya. Kedua, korupsi alat tulis kantor (ATK), yaitu penyalahgunaan fasilitas kedinasan untuk kepentingan pribadi. Ketiga, korupsi kesempatan, berupa kelalaian atau kesengajaan tidak melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang seharusnya ditunaikan. Keempat, korupsi nilai, yakni segala bentuk ketidakjujuran dalam penilaian maupun pemberian nilai. Kelima, korupsi amanah, yaitu penyalahgunaan kepercayaan dan tanggung jawab yang telah diembankan. Kelima hal tersebut menjadi pengingat bahwa integritas harus hadir dalam tindakan nyata, bukan sekadar menjadi slogan yang diucapkan.
Kepala madrasah mengajak seluruh GTK untuk senantiasa mawas diri dan menjadikan kejujuran sebagai landasan dalam bekerja. Menjaga integritas berarti berani bersikap benar meskipun tidak sedang diawasi, menggunakan fasilitas negara secara bertanggung jawab, serta menunaikan tugas dengan penuh keikhlasan. Di lingkungan madrasah, keteladanan ASN memiliki arti penting karena nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab tidak hanya disampaikan kepada murid melalui pembelajaran, tetapi juga ditunjukkan melalui perilaku sehari-hari.
Setelah sosialisasi KKN, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian kata bijak oleh Eko Nugroho Cahyo Saputro, Sesi ini menjadi penutup rangkaian pembinaan pagi yang memadukan penguatan spiritual, kesadaran integritas, dan motivasi diri. Melalui kegiatan sederhana yang dilaksanakan secara rutin ini, MTs Negeri 3 Banyumas terus berupaya membangun budaya kerja yang bersih, berintegritas, dan penuh tanggung jawab. Sebab, madrasah yang berkah tidak hanya dibangun melalui prestasi, tetapi juga melalui kejujuran, keteladanan, dan keikhlasan setiap insan yang mengabdi di dalamnya.(Hum/tum)
