HUT RI #81

Lima Penyakit Hati, Satu Peringatan: Bimluh MT Al Ikhlas Sumbang Kupas Perkara Penggerogot Amal

P
Pokjaluh
03 Nov 2026
12x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 03-11-2026 17:06
SHARE

Sumbang  -Di balik amal ibadah yang tampak indah, terdapat lima perkara yang dapat perlahan menggerogoti nilai kebaikan seseorang. Pesan inilah yang menjadi sorotan dalam kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) di Majelis Taklim Al Ikhlas Sumbang. Melalui kajian kitab Nashoihul Ibad, Alfiatun, Penyuluh Agama Islam KUA Sumbang, mengajak jamaah untuk lebih mengenali penyakit hati yang kerap hadir tanpa disadari, sekaligus menjadikannya sebagai bahan introspeksi dalam kehidupan sehari-hari. Selasa (03/11)

Dalam penyampaiannya, Alfiatun menguraikan lima perkara yang dapat merusak amal, yakni Al istigholu bi ‘uyubil kholqi atau sibuk dengan aib orang lain, Qoswatul qulub atau kerasnya hati, Hubbud dunya atau cinta dunia secara berlebihan, Thulul ‘amal atau panjang angan-angan, serta Dhulmun la yantahi atau perbuatan zalim yang terus-menerus. Kelima perkara tersebut menjadi peringatan bahwa kesibukan menilai kekurangan orang lain dapat membuat seseorang lupa memperbaiki dirinya sendiri. Hati yang keras menjauhkan manusia dari kepekaan terhadap nasihat, sedangkan kecintaan berlebihan terhadap dunia, angan-angan yang tidak berujung, dan kezaliman yang berulang dapat mengikis ketulusan dalam beribadah.

Melalui kegiatan Bimluh ini, jamaah diajak untuk tidak sekadar memperbanyak amal, tetapi juga menjaga hati sebagai tempat tumbuhnya keikhlasan. Menurut pesan yang disampaikan dalam kajian tersebut, memperbaiki diri merupakan langkah penting agar kebaikan tidak berhenti pada rutinitas, melainkan menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kesadaran jamaah Majelis Taklim Al Ikhlas Sumbang untuk lebih berhati-hati dalam menjaga lisan, melembutkan hati, serta menjauhi perilaku yang merugikan sesama. Sebab, amal yang baik bukan hanya tentang seberapa banyak yang dilakukan, tetapi juga tentang bagaimana hati tetap terjaga dari perkara yang dapat merusaknya.