HUT RI #81

Lucunya Kebersamaan Jamaah MT Fatimatuzzahra Wlahar Simak Kajian Tazkiyatun Nafs

P
Pokjaluh
16 Okt 2026
31x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 20-10-2026 06:41
SHARE

 

Banyumas - Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan rutin Majelis Taklim Fatimatuzzahra di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon. Mengangkat tema Tazkiyatun Nafs atau penyucian jiwa, kajian keagamaan kali ini berlangsung tidak biasa karena dikemas secara santai dan penuh dengan gelak tawa. Para jamaah yang didominasi ibu-ibu tampak sangat antusias menyimak setiap penjelasan, menjadikan ruang majelis taklim riuh oleh momen-momen lucu yang menghibur namun tetap sarat akan pesan spiritual. Jumat (16/10)

Materi penyucian jiwa yang kerap dianggap berat berhasil dicairkan melalui pendekatan yang komunikatif dan relatable dengan kehidupan sehari-hari. Berbagai contoh penyakit hati seperti sifat iri, dengki, hingga kebiasaan bergosip diulas dengan analogi sederhana serta humor segar. Celetukan khas ibu-ibu dan tawa renyah yang bersahut-sahutan di dalam ruangan membuat suasana belajar agama terasa makin dekat, akrab, dan menyenangkan.

Penyuluh Agama Islam dari KUA Wangon, Joharulloh, menegaskan bahwa metode penyampaian yang humanis dan diselingi kehangatan sangat efektif untuk meresap ke dalam hati jamaah. "Penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) tidak harus disampaikan secara kaku atau menggurui. Dengan menyelipkan humor dan contoh yang dekat dengan keseharian ibu-ibu, pesan moral untuk pembersihan hati justru lebih mudah diterima dan diingat untuk dipraktikkan di rumah," terang Joharulloh di sela-sela kajian.

Keseruan dan nuansa kebahagiaan tersebut dirasakan langsung oleh para peserta yang hadir. Yuni, salah seorang jamaah Majelis Taklim Fatimatuzzahra, mengaku sangat terhibur sekaligus mendapatkan pencerahan dari materi yang disampaikan. "Kajian hari ini seru dan lucu sekali, bikin kami ketawa terus tapi isinya dapet banget. Sindiran-sindiran kecilnya pas kena di hati, jadi sadar kalau merawat kebersihan hati itu penting banget buat kehidupan rumah tangga dan tetangga," ujar Yuni sambil tersenyum bahagia.

Melalui kegiatan penyemaian nilai-nilai agama yang dikemas menarik ini, KUA Wangon berharap majelis taklim dapat terus menjadi wadah pembinaan mental spiritual yang ramah dan menggembirakan bagi masyarakat. Acara kemudian diakhiri dengan doa bersama untuk ketenteraman jiwa dan foto bersama yang mengabadikan kebersamaan serta keceriaan para jamaah Majelis Taklim Fatimatuzzahra Desa Wlahar. (jhr)