Penyuluh Agama Islam KUA Wangon Ikuti JMQH Silatnas III di Stadion Sultan Agung Bantul
Penyuluh Agama Islam KUA Wangon Ikuti JMQH Silatnas III di Stadion Sultan Agung Bantul
Wangon – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon mengikuti kegiatan JMQH Silaturahmi Nasional (Silatnas) III yang diselenggarakan di Stadion Sultan Agung, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta memperkuat peran umat Islam dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Keikutsertaan penyuluh agama dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap gerakan mencintai, membaca, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an. Melalui Silatnas III, para peserta diharapkan dapat memperluas wawasan keagamaan, mempererat silaturahmi antarsesama anggota JMQH, serta membangun semangat kebersamaan dalam mengembangkan syiar Islam yang damai dan menyejukkan.
Ni’mah, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, menyampaikan bahwa kegiatan JMQH Silatnas III memiliki nilai penting dalam meningkatkan semangat berinteraksi dengan Al-Qur’an. “Kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana untuk menguatkan kecintaan kita terhadap Al-Qur’an. Harapannya, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ungkap Ni’mah.
Menurut Ni’mah, sebagai penyuluh agama, para peserta memiliki tanggung jawab untuk meneruskan semangat mencintai Al-Qur’an kepada masyarakat melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan. Semangat yang diperoleh dari kegiatan nasional ini diharapkan mampu menjadi inspirasi untuk menghidupkan majelis-majelis Al-Qur’an, meningkatkan kualitas ibadah, serta menanamkan akhlak mulia kepada generasi muda.
Melalui keikutsertaan dalam JMQH Silatnas III di Stadion Sultan Agung Bantul, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon berharap gerakan mencintai Al-Qur’an semakin berkembang dan memberikan manfaat luas bagi umat. Kegiatan ini sekaligus meneguhkan komitmen penyuluh agama untuk terus hadir di tengah masyarakat, menyampaikan pesan-pesan keislaman, serta mewujudkan kehidupan yang religius, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. (srf)
