MAN 3 Banyumas Gelar Hari Kedua MATAMUDA: Tanamkan Karakter, Wawasan Kebangsaan, dan Kepedulian Lingkungan
Oleh MAN 3 Banyumas
Banyumas – Rangkaian kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di MAN 3 Banyumas memasuki hari kedua. Bertempat di aula madrasah, kegiatan yang diikuti oleh seluruh murid baru ini berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme, diawali dengan pembacaan doa pagi bersama untuk memohon kelancaran serta keberkahan dalam menuntut ilmu. Selasa (14/07)
Sesi materi pertama dibuka oleh Wakil Kepala Madrasah (Waka) Bidang Kesiswaan, Ulistinganatin Khanani, yang mengupas tuntas mengenai nilai-nilai utama madrasah. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya bagi murid baru untuk memahami, menginternalisasi, dan mengaplikasikan nilai-nilai luhur tersebut dalam kehidupan sehari-hari agar terbentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia serta berintegritas tinggi.
Suasana semakin dinamis saat memasuki materi kedua yang disampaikan oleh Waka Bidang Humas, Sri Budiman. Beliau memaparkan materi mengenai implementasi wawasan kebangsaan dan moderasi beragama. Penyampaian materi ini bertujuan untuk membuka cakrawala pemikiran para murid agar mampu menjaga persatuan, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta menerapkan sikap toleransi yang moderat dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk.
Menjelang siang, Polsek Sumpiuh yaitu Sumarno dan Ahmad Wildan hadir mengisi materi ketiga yang berfokus pada upaya pencegahan kenakalan remaja, khususnya mengenai fenomena perundungan atau bullying. Pihak kepolisian memaparkan secara detail mengenai berbagai jenis tindakan perundungan agar para murid dapat mengidentifikasi dan mencegahnya sejak dini. Dijelaskan bahwa perundungan bisa terjadi dalam bentuk verbal seperti tindakan mengejek nama yang kerap dianggap sepele namun berdampak buruk. Selain itu, dipaparkan pula bentuk perundungan fisik yang melibatkan kontak langsung seperti memukul, mendorong, hingga menendang, serta perundungan psikologis yang meliputi tindakan menyebarkan gosip atau meneriaki seseorang dengan kasar. Melalui pemahaman mendalam terhadap jenis-jenis perundungan tersebut, diharapkan seluruh lingkungan MAN 3 Banyumas dapat terbebas dari segala bentuk kekerasan dan intimidasi.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan di hari kedua, Waka Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras), Dalail, menyampaikan materi mengenai implementasi program ASRI dan konsep ekoteologi di lingkungan madrasah. Beliau mengajak seluruh murid baru untuk aktif terlibat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekolah serta mengaitkan kepedulian terhadap alam tersebut sebagai wujud tanggung jawab keimanan kepada Sang Pencipta. Kegiatan hari kedua ini pun ditutup dengan sukses dan diharapkan mampu meletakkan fondasi karakter yang kuat bagi murid baru MAN 3 Banyumas. (Humas).
