MAS EKODAYA Inovasi Berbasis Ekonomi dan Lingkungan
Oleh HUMAS
Purwokerto (Humas) “Mas Ekodaya adalah konsep yang mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi dan pengelolaan lingkungan berbasis masjid. yaitu model masjid yang mengedepankan prinsip ekonomi dan daya lingkungan untuk kesejahteraan jamaah dan komunitas sekitar. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan masjid yang mandiri secara ekonomi, sehingga mampu memberikan manfaat atau dampak yang luas bagi masyarakat sekitar.” Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas H. Ibnu Asaddudin saat menjelaskan dalam rapat koordinasi terkait rencana program Mas Ekodaya yang diadakan melalui zoom meeting. Sabtu (29/03)
Mas Ekodaya adalah inovasi yang memberikan manfaat besar bagi masjid dan komunitasnya. Dengan menerapkan prinsip ekonomi berbasis syariah dan kepedulian terhadap lingkungan, masjid dapat menjadi pusat pemberdayaan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial dan ekonomi. Ke depan, diharapkan semakin banyak masjid yang mengadopsi konsep ini demi kesejahteraan umat yang lebih luas.
Dihadapan Tim Efektif Kakan Kemenag menjelaskan bahwa Jika Mas Ekodaya ini diterapkan maka tergetnya adalah sebagaimana protas Kemenag yakni Kemenag yang berdampak,
“ Jika diturunkan kedalam masjid, maka menjadikannya sebagai masjid yang berdampak, masjid yang bisa melayani masyarakat terkait dengan layanan pendidikan, masjid yang bisa melayani masyarakat yang sakit, masjid yang bisa melayani masyarakat yang tidak bisa membayar sekolah (Sosial). Masjid yang bisa mengentaskan nenek nenek dari mustahik menjadi Muzaki, artinya adanya dampak yang nyata dengan adanya perputaran ekonomi disekitarnya. Masjid yang bisa melayani masyarakat sekitar, sehingga mereka bisa menampilkan tarian islami, menggerakan masyarakat saat ada peringatan peringatan hari besar.” Terangnya.
Dalam diskusi lanjutan Novi menyampaikan terkait masalah ekonomi, harus bisa memunculkan gagasan apakah solusi itu untuk sesaat atau selamanya. Untuk penggalian dana dari masjid sangat tergantung dari strata ekonomi di sekitar masjid, padahal belum tentu strata ekonomi itu akan bisa menjamin atau bisa mengkover dari kebutuhan setiap masalah yang datang.
" Pengurus masjid dituntut untuk bisa membuat suatu kegiatan yang bisa menggali dana diluar UPZ, misalnya masjid ini membuat acara untuk anak anak muda, seperti pelatihan digital misalnya. Dari hasil itu nantinya bisa masuk ke rekening takmir masjid dan pelaku tersebut." jelasnya.(yud)
