Masuki Minggu Terakhir Dzulhijjah, Penyuluh KUA Gumelar Ajak Jamaah MT Nurul Iman Lakukan Muhasabah dan Siapkan Hati Sambut Muharram
Oleh HUMAS
Gumelar - Suasana khidmat menyelimuti Majelis Taklim (MT) Nurul Iman di wilayah RT 002/RW 015 Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar. Warga dan jamaah setempat berkumpul dalam kegiatan penyuluhan keagamaan yang digelar oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Gumelar. Kali ini, penyuluhan mengusung tema yang sangat menyentuh momentum, yakni "Mengoptimalkan Sisa Waktu di Penghujung Bulan Dzulhijjah". Kamis (11/06)
Acara diawali dengan lantunan rasa syukur atas kesempatan spiritual yang masih diberikan kepada para jamaah. Sebagai pengantar, penyuluh mengajak jamaah merefleksikan keberadaan mereka yang kini telah berada di minggu terakhir bulan Dzulhijjah—salah satu bulan yang penuh dengan kemuliaan dan pahala. Sebuah pertanyaan reflektif dilemparkan kepada hadirin: Apakah amalan kita selama sebulan ini sudah maksimal, atau justru baru akan dimulai di detik-detik terakhir ini?
Dalam pemaparan materi inti, penyuluh menekankan bahwa minggu terakhir Dzulhijjah memiliki urgensi yang sangat besar. Momentum ini harus dimanfaatkan sebagai jembatan emas atau "penutupan yang manis" sebelum umat Islam melangkah masuk ke bulan Muharram.
Ada empat poin penting yang dijabarkan untuk diresapi oleh para jamaah:
-
Evaluasi Diri (Muhasabah): Jamaah diajak merenungkan kembali kualitas ibadah yang telah dilakukan selama Dzulhijjah, termasuk esensi dari ketaatan Nabi Ibrahim AS dan ibadah kurban yang baru saja dilewati.
-
Memperbanyak Istighfar: Menutup lembaran bulan mulia dengan ketundukan, memohon ampunan (istighfar) atas segala kekurangan dan kelalaian dalam beribadah selama sebulan terakhir.
-
Menyiapkan Hati untuk Tahun Baru Hijriah: Mengingatkan bahwa pergantian tahun menuju 1 Muharram sudah di depan mata. Akhir Dzulhijjah adalah waktu terbaik untuk membulatkan tekad dan niat (azam) demi memperbaiki diri di tahun yang baru.
-
Mempererat Silaturahmi: Menjadikan majelis ini sebagai sarana mempererat persaudaraan antarwarga Desa Cihonje, sesuai dengan misi keumatan yang selalu digelorakan KUA Gumelar.
Tak sekadar teori, penyuluh juga membekali jamaah dengan action plan atau tiga langkah praktis yang bisa langsung diterapkan di sisa hari bulan Dzulhijjah ini:
-
Lisan: Senantiasa membasahi lidah dengan zikir dan perbanyak istighfar.
-
Hati: Membersihkan diri dari penyakit hati seperti iri dan dengki, serta mulai menata niat untuk menjadi pribadi yang lebih bertakwa di bulan Muharram.
-
Tindakan: Menerjemahkan nilai ibadah ke dalam kehidupan sosial dengan menjaga kerukunan dan kedamaian di lingkungan tetangga, khususnya di wilayah RT 002/RW 015 Desa Cihonje.
Kegiatan penyuluhan ini diakhiri dengan pembacaan doa bersama. Jamaah dengan khusyuk memohon agar Allah SWT berkenan menerima seluruh amal ibadah yang telah ditunaikan dan melimpahkan keberkahan di sisa waktu yang ada. Melalui kegiatan rutin di MT Nurul Iman ini, diharapkan semangat belajar agama warga tidak pernah padam, sehingga mampu melahirkan lingkungan masyarakat yang damai, rukun, dan harmonis di wilayah Kecamatan Gumelar.
