HUT RI #81

Menjangkau Masyarakat hingga Pelosok, Penyuluh Agama KUA Wangon Seberangi Jembatan Gantung Sungai Tajum

KUA Wangon
KUA Wangon
03 Nov 2026
12x dibaca
SHARE

Menjangkau Masyarakat hingga Pelosok, Penyuluh Agama KUA Wangon Seberangi Jembatan Gantung Sungai Tajum

Wangon – Semangat pengabdian Penyuluh Agama Islam KUA Wangon dalam melaksanakan tugas bimbingan dan penyuluhan keagamaan tidak mengenal batas wilayah maupun medan perjalanan. Hal tersebut terlihat ketika penyuluh harus melewati jembatan gantung di atas Sungai Tajum yang menjadi penghubung sekaligus perbatasan Desa Banteran dan Desa Jambu. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menjangkau masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan. Selasa (03/11)

Jembatan gantung yang membentang di atas aliran Sungai Tajum memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat kedua desa. Dengan kondisi akses yang cukup menantang, perjalanan melintasi jembatan tersebut membutuhkan kehati-hatian. Namun, kondisi geografis tidak menyurutkan semangat para penyuluh untuk hadir di tengah masyarakat dan menjalankan tugas pembinaan keagamaan.

Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, Zain, menyampaikan bahwa tugas penyuluhan merupakan bentuk pengabdian yang harus dilaksanakan dengan penuh keikhlasan. Menurutnya, seorang penyuluh harus siap menghadapi berbagai kondisi di lapangan demi memastikan masyarakat tetap mendapatkan bimbingan keagamaan. “Menjadi penyuluh agama bukan hanya menyampaikan materi di majelis taklim, tetapi juga harus siap menjangkau masyarakat, meskipun harus melewati medan perjalanan yang tidak mudah,” ungkap Zain.

Semangat tersebut juga mendapat dukungan dari para pegawai KUA Wangon. Mereka menyampaikan bahwa kebersamaan, kekompakan, dan semangat melayani menjadi modal penting dalam melaksanakan tugas kelembagaan. Pengabdian kepada masyarakat tidak semata-mata diukur dari jarak perjalanan, tetapi juga dari ketulusan, tanggung jawab, serta manfaat yang diberikan kepada umat.

Melalui perjalanan melintasi jembatan gantung Sungai Tajum ini, KUA Wangon menunjukkan komitmennya untuk terus mendekatkan pelayanan dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan misi Kementerian Agama dalam menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak, inklusif, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Sebab, keterbatasan akses bukanlah penghalang untuk terus menebarkan kebaikan dan memperkuat kehidupan beragama. (srf)